Identitas 12 Korban Tewas Kecelakaan Maut Indramayu, 3 Orang di Antaranya Anak-Anak
INDRAMAYU, iNews.id - Identitas 12 korban tewas dalam kecelakaan maut rombongan pengantar pengantin di jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Tiga korban meninggal dunia merupakan anak-anak berusia 3, 6 dan 12 tahun.
Para korban merupakan rombongan keluarga yang baru selesai mengantar pengantin. Mobil pikap yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan setelah ditabrak dua truk ketika hendak berputar arah, Minggu (12/7/2026).
Sebagian besar korban berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Korban lainnya tercatat asal Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, dan Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.
Seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka pada Minggu (12/7/2026) malam. Sementara itu, enam korban luka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.
Berdasarkan data yang diterima, delapan korban meninggal dunia sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Identitas mereka masing-masing:
1. Mohamad Iqbal bin Tarkadi (12), pelajar asal Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
2. Ayu Wulandari (32), ibu rumah tangga asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
3. Sawen (40), ibu rumah tangga asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
4. Karsinih (60), ibu rumah tangga asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
5. Sinta (32), ibu rumah tangga asal Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung.
6. Sanerah (46), ibu rumah tangga asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
7. Riyan Toni (6), pelajar asal Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
8. Idah (39), petani asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
Sementara empat korban meninggal lainnya ditangani di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.
9. Atsal Albara (3), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
10. Yunah (49), ibu rumah tangga asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
11. Warkidi (45), pekerja swasta asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
12. Tamara (22), ibu rumah tangga asal Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
Kepala Desa Cempeh, Carkana mengatakan, para korban masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di lingkungan yang sama. Bahkan, terdapat korban yang merupakan ayah dan anak.
“Mereka baru mengantar pengantin. Pulang dari sana, putar balik terjadi kecelakaan itu,” ujarnya.
“Korban itu warga satu RT, ada korban ayah dan anak juga,” katanya lagi.
Selain 12 korban meninggal dunia, enam orang mengalami luka dan masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.
Identitas korban luka:
1. Olivia (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
2. Bayu Kelana (8), pelajar asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
3. Wandi (29), wiraswasta asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
4. Saba (11), pelajar asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
5. Jesika (2), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
6. Salma Yanti (4), warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
Lima dari enam korban luka diketahui masih berusia anak-anak. Para korban mengalami luka robek hingga patah tulang setelah terlempar dari bak mobil pikap dan menghantam permukaan jalan.
Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, pikap tersebut baru selesai mengantar rombongan pengantin dan sedang dalam perjalanan pulang.
“Kendaraan yang baru selesai mengantar pengantin ke tempat pernikahan. Ketika kembali saat akan memutar arah tertabrak truk boks hingga terdorong ke depan lalu dari arah belakang tertabrak truk Mitsubishi,” ujarnya.
Kecelakaan bermula ketika pikap yang dikemudikan Warkidi hendak berputar arah. Kendaraan itu kemudian dihantam truk boks dari belakang hingga terdorong ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, melaju truk Mitsubishi dari arah Jawa menuju Jakarta. Benturan keras tidak dapat dihindari hingga para penumpang pikap terlempar ke jalan.
Polisi telah mengamankan pengemudi truk untuk menjalani pemeriksaan. Kasus kecelakaan maut tersebut kini masih dalam penyelidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Indramayu.









