Stok Solar di Sejumlah SPBU Majalengka Kosong 3 Hari, Sopir Truk Kesulitan Beroperasi
MAJALENGKA, iNews.id - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kosong. Kondisi ini sudah berlangsung selama tiga hari.
Dampak dari kekosonga solar menyebabkan sopir angkutan barang dan angkutan umum yang bergantung pada solar bersubsidi kesulitan beroperasi.
Pantauan di salah satu SPBU di Jalan Raya Majalengka pada Rabu (8/7/2026) pagi, tidak terlihat antrean truk seperti biasanya. Mesin pengisian solar juga tidak beroperasi karena stok BBM habis.
Pihak pengelola SPBU mengatakan, pasokan solar dari Pertamina belum juga tiba. Mereka masih menunggu distribusi sesuai jadwal pengiriman atau delivery order (DO).
Kelangkaan solar membuat sejumlah sopir memilih menghentikan aktivitas lebih awal. Mereka khawatir kendaraan mogok di perjalanan akibat kehabisan bahan bakar sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan maupun memenuhi target setoran kepada pemilik armada.
Salah seorang sopir Elf, Nono mengaku kesulitan memperoleh solar dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, dia hanya dapat bekerja selama setengah hari karena harus menghemat sisa bahan bakar yang dimiliki.
"Paling setengah jalan, kalau di mana-mana (solar) tidak ada ya sudah pulang siang," kata Nono.
Sementara itu, pengawas salah satu SPBU di Kota Majalengka, Arya Nugraha, membenarkan bahwa stok solar telah kosong selama tiga hari. Hingga kini, pihaknya masih menunggu pasokan baru dari Pertamina.
"Sudah tiga hari (solar kosong) karena alokasi masih sama sementara penjualan semakin meninkat," ujar Arya.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan kelancaran distribusi solar agar aktivitas transportasi dan distribusi barang dapat kembali berjalan normal.









