Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT

Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT

Nasional | sindonews | Senin, 29 Juni 2026 - 17:04
share

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi soal isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini belum siap menerima komunitas LGBT sebagai kelompok yang diakui secara sosial maupun regulasi.

Menurut Pigai, berdasarkan hasil survei yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun, masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama, suku, dan ras masih belum dapat menerima LGBT.

"Jadi begini, kita harus jujur ya. Indonesia untuk menerima LGBT, masyarakat Indonesia belum saatnya, belum siap. Kita jujur bahwa rakyat Indonesia, entah itu agama apa, suku apa, belum saatnya bisa menerima LGBT," ujar Pigai di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan

Meski demikian, Pigai menekankan bahwa negara tetap berkewajiban memenuhi hak-hak dasar setiap warga negara tanpa memandang orientasi seksual. "Hak dia sebagai warga negara Indonesia, hak untuk mendapatkan pekerjaan, hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan penghidupan yang layak sebagai warga negara harus dijamin oleh negara," katanya.

Pigai mengaku telah melakukan survei mengenai penerimaan masyarakat terhadap LGBT sejak 2012. Berdasarkan hasil surveinya, mayoritas masyarakat Indonesia masih belum menerima keberadaan komunitas tersebut. Namun, Pigai kembali menegaskan bahwa perlindungan hak warga negara tetap harus diberikan.

"Mereka juga punya KTP. Mereka juga warga negara Indonesia. Jadi hak-hak yang melekat kepada mereka sebagaimana warga negara Republik Indonesia boleh diberikan. Tapi kalau memperjuangkan pengakuan atas status mereka sebagai LGBT, mungkin belum. Belum saatnya."

Saat ditanya apakah suatu hari masyarakat Indonesia bisa menerima LGBT, Pigai mengatakan hal tersebut masih bergantung pada perkembangan sosial. "Ya saya nggak tahu. Suatu saat bisa, bisa juga tidak. Tapi saya pikir budayanya masyarakat Indonesia masih belum," pungkasnya.

Topik Menarik