Garang saat Palak Sopir Truk di Tanjung Perak, Bang Jago Merengek Ditangkap Polisi
SURABAYA, iNews.id – Seorang sopir truk asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah menunggu jadwal keberangkatan kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menjadi korban pemerasan disertai pengancaman oleh seorang preman jalanan.
Aksi pemerasan tersebut direkam secara sembunyi-sembunyi oleh sang sopir menggunakan ponsel miliknya hingga viral di media sosial.
Berbekal bukti digital dan laporan korban, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus pelaku di kediamannya tanpa perlawanan.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas, pelaku yang belakangan mengaku sebagai juru parkir (jukir) di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak tampak mendatangi truk korban.
Dengan nada bicara keras dan membentak bagaikan seorang jagoan, preman ini memaksa sang sopir memberikan sejumlah uang. Belakangan diketahui, uang hasil memeras itu dipakai pelaku untuk membeli minuman keras (miras).
Mendapat perlakuan kasar tersebut, sang sopir sempat melakukan perlawanan verbal dan menolak memberikan uang. Merasa korbannya tidak gentar, preman tersebut akhirnya memilih mundur dan ngacir dari lokasi kejadian. Namun sebelum pergi, ia melontarkan ancaman bahwa dirinya akan kembali lagi bersama komplotannya dengan membawa senjata tajam jenis celurit.
Merespons keresahan publik akibat video viral tersebut, Tim Patroli Cyber bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung dikerahkan ke lapangan. Kurang dari 24 jam setelah video itu beredar, petugas berhasil mengendus keberadaan pelaku.
Preman jalanan yang diketahui berinisial S tersebut akhirnya tak berkutik saat diringkus polisi di rumahnya yang terletak di kawasan Semampir, Surabaya Utara.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M Prasetyo mengatakan, pengungkapan kilat ini berawal dari hasil patroli siber anggotanya di media sosial Instagram terkait adanya tindak pidana pemerasan dan pengancaman di Jalan Perak Barat, Surabaya.
"Kami langsung bergerak mencari identitas korban yang diketahui berinisial AI, seorang driver truk yang berdomisili di Lombok, NTB. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu sore, 30 Mei 2026," kata AKP M Prasetyo, Selasa (2/6/2026).
Hingga saat ini, sang preman jagoan yang sebelumnya garang membentak sopir hanya bisa tertunduk lesu di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Berdasarkan pengakuan sementara, tersangka S mengakui semua perbuatannya dan berdalih nekat memalak demi bisa membeli miras.










