Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Eks Puskesmas Pembantu di Lombok Timur
JAKARTA, iNews.id - Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda bangunan eks Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Dasan Lian Lauq, Desa Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, Kamis (7/5/2026). Kebakaran terjadi pukul 14.00 WITA dan sempat membuat warga sekitar panik.
Kobaran api disertai asap tebal terlihat membubung tinggi dari dalam bangunan kosong tersebut. Saat ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Penyidik saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran bangunan ini, Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sudah dilakukan,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, dikutip dari laman Polri, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bangunan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur itu sudah tidak lagi digunakan sejak 2019. Meski tidak beroperasi, api dengan cepat membesar dan menjalar ke beberapa ruangan sehingga memicu kepanikan warga sekitar.
“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang kita himpun di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari salah satu ruangan di dalam bangunan,” ucapnya.
Asap tebal dan percikan api yang terlihat dari area eks pustu membuat warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil meminta bantuan warga lain yang tinggal di dekat lokasi.
“Namun, karena kobaran api terus membesar, warga akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan air di sejumlah titik api. Setelah sekitar satu jam penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
“Keterangan saksi sudah kita kumpulkan. Petugas masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian guna memastikan sumber api maupun faktor penyebab kebakaran tersebut,” ujarnya.
Polres Lombok Timur juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan kosong atau yang sudah tidak digunakan.










