Polisi Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari Barang Bukti

Polisi Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari Barang Bukti

Nasional | sindonews | Senin, 16 Maret 2026 - 14:30
share

Polisi masih mencari jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, khususnya sidik jari dari barang bukti yang tengah didalami Labfor. Diketahui, Andrie menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal usai melakukan kegiatan podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut diduga terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB. "Mudah-mudahan dari hasil uji laboratorium forensik itu dapat ditemukan sidik jari maupun DNA pelaku yang menempel pada barang bukti," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers, Senin (16/3/2026).

Dia menuturkan, hingga kini polisi belum menangkap pelaku. Polisi masih mengumpulkan bukti melalui analisis rekaman CCTV, komunikasi digital, dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Baca juga: Polisi Pastikan Foto Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras Hasil AI

Polisi masih mengumpulkan fakta hukum untuk mengungkap identitas para pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. "Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan analisis CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," tuturnya.

Dia menerangkan, barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP), seperti helm dan wadah yang diduga digunakan untuk menyimpan cairan kimia saat ini telah diuji laboratorium forensik. Pemeriksaan diharapkan dapat menemukan sidik jari ataupun DNA yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Dia mengungkapkan, hasil analisis sementara terhadap rekaman CCTV, polisi mengamati pergerakan dua orang yang terekam kamera pengawas. Pelaku diduga menggunakan dua sepeda motor saat menuju lokasi kejadian dan setelah peristiwa terjadi.

Polisi juga masih menelusuri nomor polisi kendaraan yang digunakan. Berdasarkan hasil penelusuran awal, terdapat sekitar 260 kemungkinan nomor polisi yang tengah dianalisis lebih lanjut oleh penyidik. Terkait kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kejadian tersebut, polisi masih mendalami berbagai alat bukti.

"Pasca kejadian mereka dari dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya. Nomor polisinya masih kita dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut, kami masih menganalisa," jelasnya.

"Kemudian tadi aktor intelektualnya? Saya kira nanti kalau kami sudah fix menemukan seluruh alat bukti yang mengarah pada perbuatan seseorang sehingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka, nanti kami juga akan menginformasikan," pungkasnya.

Topik Menarik