Tantangan Keamanan Makin Kompleks, Polri Bentuk 16 Pusat Studi Baru
JAKARTA – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut, tantangan keamanan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kata Dedi, Polri menyiapkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan spesialisasi keilmuan untuk menghadapi berbagai dinamika keamanan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mentransformasi pola pikir anggota agar semakin kritis, analitis, dan visioner dalam menjawab berbagai tantangan keamanan modern yang semakin kompleks,” kata Dedi di PTIK, Selasa (10/3/2026).
Adapun 16 Pusat Studi Kepolisian tersebut antara lain:
1. Pusat Studi Polmas
2. Pusat Studi Antikorupsi
3. Pusat Studi Terorisme
4. Pusat Studi Ilmu Kepolisian
5. Pusat Studi Kamsel Lantas
6. Pusat Studi Siber
7. Pusat Studi SDM
8. Pusat Studi Pasifik Oseania
9. Pusat Studi Kehumasan Polri
10. Pusat Studi Teknologi Kepolisian
11. Pusat Studi Forensik Kepolisian
12. Pusat Studi Internasional Kepolisian
13. Pusat Studi Keamanan Nasional
14. Pusat Studi PPA
15. Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik
16. Pusat Studi Intelijen Kepolisian
Dedi menegaskan, bahwa penamaan gedung pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh insan Polri terhadap kontribusi besar Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo dalam sejarah bangsa.
“Melalui pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, diharapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia serta salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri,” ujar Dedi.
Melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi ini diharapkan menjadi motor penggerak inovasi kepolisian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Spesialisasi bidang kajian tersebut akan memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika sosial yang terus berkembang,” pungkasnya..










