Kemenhaj Diminta Bebaskan Biaya Jamaah Umrah Tertahan di Saudi
JAKARTA - Jamaah umrah Indonesia masih ada yang tertahan di Arab Saudi menyusul konflik di Timur Tengah. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pun diminta berkoordinasi dengan Saudi terkait biaya tinggal jamaah selama belum membuka penerbangan internasionalnya.
"Jamaah Indonesia jangan dibebani biaya tambahan akibat Pemerintah Saudi menutup penerbangan internasionalnya," kata Ketua Semangat Advokasi Indonesia (SAI) Ali Yusuf dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Dengan dibebaskan biaya masa tinggal jamaah umrah asal Indonesia selama penerbangan ditutup, kata Ali, sesuai norma hukum internasional responsibility to protect (R2P or RtoP).
"Di dalam hukum Internasional kita mengenal tentang norma responsibility to protect (R2P or RtoP) perlindungan negara terhadap warga negaranya termasuk WNA yang terdampak perang," ujarnya.
Ali menambahkan, Indonesia dan Arab Saudi masuk kepada pilar ke III norma ini terkait tanggung jawab kolektif. Di mana, dua negara harus bekerja sama atau koordinasi melindungi warga negara asing yang terdampak perang. Koordinasi Indonesia dan Arab Saudi perlu dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara saat warganya tertahan di Arab Saudi akibat perang tidak dibebankan biaya tambahan.
"Arab Saudi harus taat prinsip ini State Responsibility di mana negara setempat (negara penerima (receiving state) wajib melindungi warga negara asing (foreign nationals) yang berada di wilayahnya termasuk bebaskan biaya tambahan akibat kebijakannya," ujarnya.
Berikut rincian data jamaah umrah anggota AMPUH, BERSATHU dan HIMPUH yang tertahan di Arab Saudi per Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 11.20 WIB:
1. AMPUH - FMA - Ada di Hotel Mirnian Jeddah sudah sejak tanggal 1 Maret jumlah 49 jamaah. Status menunggu evakuasi MH.
2. BERSATHU - HANANIA - Ada di Hotel Al Azhar Jeddah, sudah sejak 1 Maret jumlah 214 jamaah. Menunggu evakuasi dari Emirates.
3. AMPUH - FMA - ada di Hotel Rataj in Makkah di dekat Aziziah sejak tanggal 4 Maret jumlah 50 jamaah. Status menunggu jadwal evakuasi EK. cancelled flight by EK.
4. AMPUH - FMA - ada di Hotel Grand Almassa tanggal 5 Maret jumlah 42 jamaah. Status cancelled flight by EK. Masih menunggu evakuasi EK.
5. HIMPUH - PT Alkahfi Amanah Mabruroh, 28 jamaah, status cancelled flight by Emirates (EK). Sejak 2 Maret berada di Hotel Diwan Al Asel-Jeddah (biaya mandiri). Menunggu evakuasi EK.
6. HIMPUH - PT. Sarfan Inti Travel 38 jamaah Pesawat Scoot sejak 2 Maret berada di Hotel Al Azhar Jeddah (biaya mandiri) besok akan terbang ke Makassar menggunakan pesawat Fly Adel (biaya mandiri).
7. HIMPUH - PT. PDA TIGI MAAYA, 32 jamaah, status cancelled flight by scoot (TR) sejak 28 Februari berada di Hotel Paradise Elite Jeddah, masih menunggu evakuasi Scoot TR.
8. HIMPUH - PT. Siar Haramain International Wisata, 21 jamaah, status cancel by Etihad tanggal 7 Maret. Posisi jamaah masih di Hotel Madinah Concode. Tiket kepulangan confirm beli baru, terbang dengan MH ( MED -KUL - KNO ) tgl 8 maret jam 21.30 Lt.
9. HIMPUH - PT. Nabawi Mulia Wisata, 35 jamaah, status cancel by MH tanggal 28 Februari. Posisi jamaah di Jeddah Hotel Mirnian Tiket Kepulangan confirm terbang dengan MH (JED - KUL - YIA) tanggal 7 Maret.
Dari data tersebut, disebutkan bahwa total ada 509 jamaah.










