Safari Ramadan di Ponpes Al Hamid Cipayung, Pramono Anung Ajak Warga Jaga Keteduhan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan Safari Ramadan dengan mendatangi Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Pram pun mengajak semua ulama dan warga Jakarta menjaga keteduhan dan kedamaian kota Jakarta.
"Saya betul-betul berharap bahwa keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta perlu kita jaga bersama," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Pramono datang ke ponpes tersebut pada pukul 17.50 WIB untuk melakukan Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama Ulama dan Umara se-DKI Jakarta ini. Pramono tampak mengenakan pakaian koko putih, peci hitam, dan sarung berwarna hijau.
Baca juga: Cegah Jadi Tempat Asusila, Pengawasan Taman di Jakarta Bakal Diperketat
Kedatangannya disambut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Samsul Ma'arif, dan tuan rumah acara, KH Lukman Hakim Hamid. Hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono, dan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi. Ada juga Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.Pramono menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas kesempatan untuk berkumpul bersama warga Jakarta dalam suasana Ramadan. Sebabnya, penting untuk menjaga kedamaian dan ketenangan di Jakarta ini.
"Saya berharap kita semua bisa mendapatkan berkah, taufik, dan hidayah dari Allah SWT, serta memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir," tuturnya.
Lihat video: Pemprov Jakarta Segel Lapangan Padel, Pramono Larang Pembangunan Baru
Pramono menyampaikan, keinginannya agar pemerintah Jakarta menggelar acara haul ulama Betawi setiap bulan Juni, bertepatan dengan peringatan ulang tahun Jakarta. Kegiatan yang akan diselenggarakan di Monas itu bertujuan memberikan penghormatan para ulama dan tokoh Betawi yang telah berjasa bagi perkembangan Jakarta."Kenapa ini saya usulkan? Untuk memberikan penghormatan dan juga mendoakan para ulama-ulama yang telah berjasa bagi DKI Jakarta. Tentunya juga tokoh-tokoh utama Jakarta seperti Husni Thamrin dan sebagainya," jelasnya.
Selain itu, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) diharapkan dapat dimulai kembali dari tingkat RT, RW, kelurahan, hingga provinsi. Dengan begitu, kecintaan warga Jakarta terhadap Al-Qur'an bisa diwujudkan sekaligus bisa mempersiapkan juara terbaik yang akan mewakili Jakarta di tingkat nasional."Saya betul-betul ingin MTQ itu dimulai kembali sampai level di bawah. Karena itulah kelebihan, kekuatan utama DKI Jakarta. Kalau kita bisa mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, dan kemudian provinsi memperebutkan Piala Gubernur, dan setelah itu tentunya juaranya dikirim ke nasional," paparnya.
Pramono juga menyampaikan tentang berbagai inisiatif yang akan dilaksanakan untuk merayakan Idulfitri di Jakarta kelak, seperti tema Mudik di Jakarta. Sebagai bagian dari upaya memeriahkan suasana Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Jakarta akan memberikan insentif pajak dan lomba diskon di berbagai tempat.
Bahkan, transportasi umum di Jakarta akan digratiskan selama periode perayaan Idulfitri. Dia lantas mengajak warga untuk menjaga kebersamaan dan melanjutkan semangat Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.










