Kapolri: Polri dan Masyarakat Sipil Anak Kandung Reformasi!

Kapolri: Polri dan Masyarakat Sipil Anak Kandung Reformasi!

Nasional | okezone | Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:14
share

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan institusi Polri dan masyarakat sipil adalah anak kandung dari reformasi. Sebab itu, Sigit menyinggung adanya tanggung jawab moral bersama untuk mencapai tujuan bangsa. 

"Oleh karena itu, dapat kita pahami bersama bahwa Polri dan masyarakat sipil merupakan anak kandung reformasi, sekaligus hasil dari perjuangan demokrasi bangsa yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal arah perjalanan bangsa," kata Sigit di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). 

Sigit menyebut, setelah reformasi 1998 ruang partisipasi masyarakat semakin terbuka. Organisasi masyarakat hingga mahasiswa hadir sebagai pilar untuk menjaga nilai-nilai demokrasi. 

Polri, menurut Sigit, diberikan amanat untuk menjalankan fungsi keamanan untuk memastikan kondusifitas bangsa. Ia menyebut Polri senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman untuk masyarakat dan memelihara Kamtibmas. 

"Hubungan antara Polri dan masyarakat sipil bersifat setara dan harus senantiasa dibangun dengan rasa saling menghargai. Untuk itu, saya titip, jadikan Polisi sebagai mitra dan sahabat dari masyarakat," ujar Sigit. 

Karena itu, Sigit mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawal jalannya demokrasi. Ia berpesan kepada seluruh jajaran untuk membuka ruang untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat. 

"Saya juga telah meminta kepada seluruh jajaran agar betul-betul bisa memfasilitasi aspirasi yang disampaikan. Agar aspirasi tersebut betul-betul bisa deliver (tersampaikan). Polri siap menjadi fasilitator dan mediator agar semua proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Polri saat ini merubah paradigma, yang awalnya menjaga menjadi melayani," papar Sigit. 

Sigit menyampaikan kepada semua pihak untuk menang ruang demokrasi, agar tak disusupi pihak tertentu. Dia menegaskan persatuan dan kesatuan menjadi modal untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Yang terjadi justru nanti akan terjadi chaos yang dapat membahayakan keselamatan jiwa, keselamatan publik, maupun fasilitas-fasilitas publik lainnya. Dan tentunya, ini juga bisa berdampak terhadap terganggunya stabilitas kamtibmas," tutur Sigit. 

"Apabila tidak kita jaga dengan baik, ini juga akan berdampak pada stabilitas ekonomi. Dan apabila berlarut-larut dan tidak terkendali, ini akan mengakibatkan terjadinya perpecahan bangsa, kemunduran di bidang ekonomi, kemunduran di bidang sosial, budaya, dan hankam, yang tentunya akan merugikan seluruh masyarakat, bangsa, dan negara," tambahnya.

Topik Menarik