Presiden Prabowo Targetkan 15.000 Insinyur Indonesia Kuasai Teknologi Chip

Presiden Prabowo Targetkan 15.000 Insinyur Indonesia Kuasai Teknologi Chip

Berita Utama | sindonews | Selasa, 24 Februari 2026 - 09:31
share

Presiden Prabowo Subianto, menargetkan 15.000 insinyur Indonesia menguasai teknologi desain chip. Hal itu sebagai bagian dari strategi besar membangun kedaulatan teknologi nasional.

Target tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo ke London, Inggris, saat menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited, pada Senin 23 Februari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan kerja sama tersebut bertujuan mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor, khususnya di bidang desain chip yang merupakan sektor hulu industri semikonduktor.

Baca juga: Prabowo Kunjungi Inggris, Saksikan Kerja Sama Semikonduktor Danantara dan Arm Limited

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” ujar Airlangga.Menurut Airlangga, Arm merupakan salah satu perusahaan global yang mendominasi desain chip dunia, termasuk sekitar 96 persen chip untuk sektor otomotif dan hampir 94 persen desain chip untuk pusat data serta kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penguasaan desain dinilai krusial karena menjadi fondasi utama berbagai inovasi digital modern.

Program pelatihan tersebut akan dilaksanakan melalui pengiriman tenaga ahli Indonesia ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Tanah Air dengan modul pelatihan khusus. Pemerintah menargetkan lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu mengembangkan intellectual property (IP) nasional di bidang semikonduktor.

Lihat video: Presiden Trump Puji Ketegasan Prabowo di KTT Dewan Perdamaian

 

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Program tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di- train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Kerja sama ini menjadi bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan energi nasional.

Pemerintah memandang sektor teknologi sebagai “turbocharger” untuk mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai pasok global dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Topik Menarik