Ratusan Mahasiswa BEM se-Jatim Geruduk DPRD, Desak Reaktivasi 11 Juta Penerima PBI BPJS
SURABAYA, iNews.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur (Jatim)menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim. Dalam aksinya, massa membakar ban dan menginjak kawat duri yang dipasang aparat sebagai bentuk protes.
Mahasiswa kemudian memaksa masuk dengan merusak pagar kawat berduri untuk bertemu langsung dengan anggota DPRD Jatim. Aksi bertajuk Demokrasi Indonesia Jilid II ini membawa sejumlah tuntutan, yakni:
- Mendesak pemerintah mempercepat reaktivasi status 11 juta penerima PBI BPJS.
- Menolak wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD.
- Meminta perhatian serius terhadap kesejahteraan guru honorer.
- Menolak pengangkatan Adies Kadir sebagai hakim MK dan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
- Menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kasus bunuh diri anak SD di NTT.
- Meminta fokus isu pendidikan dan kesehatan dibanding program makan bergizi gratis.
- Menuntut Indonesia keluar dari Board of Peace.
"Kita menuntut pejabat yang di sini keluar, jangan ada sekat antara masyarakat, DPRD, pemerintah. Kita minta diskusi terbuka, menyampaikan keresahan kita diterima oleh DPRD," ujar koordinator aksi lapangan, M. Satriya di lokasi.
Dalam aksi tersebut, massa sempat ditemui Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, yang mendengarkan aspirasi mahasiswa. Setelah menyampaikan tuntutan, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.










