Prabowo Diundang Rapat Perdana Board of Peace AS, Hadir Atau Tidak?
JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah menerima undangan untuk menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Amerika Serikat.
Hal tersebut dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Meski demikian, Prasetyo menyebut belum ada kepastian apakah Presiden Prabowo Subianto akan hadir secara langsung dalam forum internasional tersebut.
"Ada undangannya. Tapi belum bisa dipastikan apakah Presiden hadir atau tidak. Nanti akan kami sampaikan jika sudah ada kepastian," ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Prasetyo menjelaskan, apabila Prabowo memutuskan hadir, pemerintah berharap momen tersebut dapat dimanfaatkan sekaligus untuk penandatanganan kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
"Kita tentu menghendaki dan berharap bisa dilakukan dua-duanya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa negosiasi terkait kesepakatan tarif impor dagang Indonesia–Amerika Serikat sejatinya telah rampung.
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting,” kata Airlangga usai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Menurut Airlangga, penandatanganan kesepakatan tersebut tinggal menunggu penetapan jadwal bersama antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
“Berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden dan Presiden Trump,” pungkasnya.










