Komnas HAM Ungkap Banyak Korban Child Grooming Trauma hingga Coba Bunuh Diri
JAKARTA - Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal, Putu Elvina, menyarankan pemerintah menyediakan trauma healing bagi korban child grooming. Dia menyebut, beban psikologis yang dirasakan korban sangatlah berat.
"Karena biasanya korban-korban child grooming itu mengalami trauma yang sangat panjang," kata Elvina dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Lebih parahnya lagi, kata dia, dampak buruk dari trauma yang berkepanjangan itu membuat para korban mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
"Beberapa korban itu bahkan ada indikasi bunuh diri. Beberapa kasus child grooming itu mereka menyiratkan untuk melakukan bunuh diri karena mereka tidak memiliki pendamping yang signifikan untuk memastikan bantuan secara psikologis terhadap child grooming," ujarnya.
Dari data yang dihimpun Komnas HAM, kata dia, banyak orang tua korban kejahatan seksual terhadap anak, termasuk child grooming, memilih untuk tidak melapor.
"Orang tua yang anaknya menjadi korban child grooming kebanyakan memilih untuk tidak melapor. Ini spesifik untuk kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak, baik itu karena masalah aib ataupun merasa bahwa pada saat itu dilaporkan, tidak serta merta memastikan bahwa kasus-kasus itu bisa tuntas secara hukum," ungkapnya.









