Pilu Prajurit Marinir Gugur Tertimbun Longsor Cisarua Tinggalkan Istri Hamil Tua

Pilu Prajurit Marinir Gugur Tertimbun Longsor Cisarua Tinggalkan Istri Hamil Tua

Nasional | inews | Selasa, 27 Januari 2026 - 22:03
share

LAMPUNG UTARA, iNews.id – Suasana haru dan isak tangis menyelimuti Desa Kalibening Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Salah satu putra terbaik daerah, Praka Marinir Ari Kurniawan, gugur saat menjalankan tugas negara dalam latihan militer di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Prajurit dari kesatuan Yonif 9 Marinir “Beruang Hitam” ini menjadi salah satu korban dari musibah tanah longsor yang menerjang lokasi latihan pada Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB.

Praka Marinir Ari Kurniawan gugur setelah material tanah longsor menimbun posisi latihan para prajurit. Berdasarkan pernyataan resmi TNI Angkatan Laut, dari 23 prajurit Marinir yang terdampak musibah tersebut, empat orang dinyatakan gugur, termasuk Praka Ari.

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka pada Rabu pagi (28/1/2026) dan akan langsung dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa.

Istri Mengandung Anak Pertama

Kepergian Praka Ari meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarga, terutama sang istri. Diketahui, sang istri saat ini tengah mengandung tujuh bulan anak pertama mereka. Calon buah hati yang dinanti-nantikan itu kini harus kehilangan sosok ayah sebelum sempat dilahirkan.

Ayah almarhum, Wawi, mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum musibah terjadi. Komunikasi terakhir dilakukan beberapa hari sebelum kejadian, di mana almarhum sempat mengirim pesan singkat hanya untuk menanyakan kabar kedua orang tuanya. 

"Tidak ada firasat apa-apa. Dia anak yang berbakti, selalu tanya kabar bapak ibunya," ujar Wawi dengan suara bergetar.

Di mata warga dan kerabat, Praka Ari adalah sosok prajurit kebanggaan desa. Rumah orang tuanya kini dipenuhi karangan bunga duka cita dari berbagai pejabat TNI dan instansi pemerintah. 

"Kami sangat kehilangan. Beliau adalah sosok yang santun dan menjadi inspirasi bagi pemuda di desa ini untuk mengabdi menjadi prajurit," kenang Marno, kakak sepupu almarhum. 

Tragedi ini menjadi pengingat nyata akan risiko tinggi dan besarnya pengorbanan yang dihadapi setiap prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan serta menjalankan tugas negara di medan latihan maupun medan tempur.

Topik Menarik