Dihantam Gelombang 4 Meter, Kapal Nelayan asal Banyuwangi Patah jadi 2 di Sumba Barat Daya

Dihantam Gelombang 4 Meter, Kapal Nelayan asal Banyuwangi Patah jadi 2 di Sumba Barat Daya

Berita Utama | inews | Senin, 26 Januari 2026 - 14:54
share

SUMBA BARAT DAYA, iNews.id – Kapal penangkap ikan, KM Abadi Jaya A1, patah jadi dua bagian akibat diterjang gelombang setinggi 4 meter di pesisir Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Seluruh anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 30 orang asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut dievakuasi SAR dan warga dalam kondisi selamat. 

Video amatir yang merekam detik-detik terdamparnya kapal besar ini sempat viral di media sosial dan mengundang perhatian ratusan warga setempat.

Peristiwa bermula saat KM Abadi Jaya A1 yang dinakhodai oleh Naryudi, warga asal Pekalongan, sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, menuju Tanjung Rua, Sumba Barat.

Namun, saat memasuki perairan Kodi Balaghar pada Minggu subuh, cuaca buruk melanda. Angin kencang disertai gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai lebih dari empat meter menghantam badan kapal.

"Kapal tidak mampu dikendalikan dan terbawa arus hingga akhirnya kandas di tepi Pantai Waibuku, Desa Waimaringi," ujar Kepala Desa Waimaringi, Petrus Pati Dita, Senin (26/1/2026). 

Mendapat laporan adanya kapal kandas, aparat kepolisian dari Polsek Kodi Balaghar bersama warga desa langsung bergerak melakukan upaya penyelamatan. Fokus utama adalah mengevakuasi seluruh penumpang yang berjumlah 30 orang.

Diketahui, KM Abadi Jaya A1 mengangkut sekitar 30 orang Anak Buah Kapal (ABK).

Meski kapal mengalami kerusakan parah, tim gabungan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Pantauan di lokasi menunjukkan badan kapal telah patah di bagian tengah. Hingga saat ini, posisi kapal masih berada di bibir Pantai Waibuku, menunggu proses lebih lanjut dari pihak pemilik kapal maupun otoritas terkait.

Topik Menarik