Komisi I DPR Rapat Tertutup dengan Menhan-Panglima TNI, Bahas Apa?
JAKARTA, iNews.id - Komisi I DPR menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Senin (26/1/2026). Rapat ini diputuskan digelar secara tertutup.
Mulanya, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto melaporkan bahwa berdasarkan catatan sekretariat, rapat sudah dihadir 29 orang anggota yang terdiri atas 8 fraksi.
Kemudian, Utut meminta persetujuan kepada seluruh anggota Komisi I DPR yang hadir mengenai digelarnya rapat secara tertutup.
"Ibu, Bapak, saya mohon persetujuan karena sifat rapatnya sangat penting dan strategis yang juga bertalian erat dengan kebijakan negara yang memang tidak untuk konsumsi semua orang, saya memohon persetujuan sebelum saya ketok, ini tertutup. Apakah bisa disetujui?" tanya Utut.
"Setuju," ujar peserta rapat.
Atas persetujuan tersebut, legislator PDI Perjuangan (PDIP) ini lantas membuka rapat dan menyatakannya tertutup untuk publik.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan ini rapat kami nyatakan dibuka dan tertutup untuk umum," ucapnya.
Tak hanya Menhan dan Panglima TNI, rapat juga turut dihadiri tiga Kepala Staf TNI, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono.
Selain itu, turut hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) M Herindra.
Berdasarkan agenda yang diterima, rapat Komisi I DPR RI tersebut akan membahas dua agenda yakni capaian program kerja Kemhan/TNI tahun 2025 dan rencana serta program kerja Kemhan/TNI tahun 2026.










