Longsor Manggarai Timur, Pencarian Korban Terkendala Medan Berat dan Cuaca Buruk
MANGGARAI TIMUR, iNews.id - Pencarian korban longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berlanjut. Tim SAR gabungan masih berjibaku di tengah medan berat dan cuaca yang belum bersahabat hingga hari ketiga, Minggu (25/1/2026),
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto mengatakan, proses pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WITA dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia di lapangan.
“Hari ini merupakan hari ketiga pencarian korban. Tim gabungan melakukan penyemprotan air serta penggalian tanah secara manual di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban longsor,” ujar AKBP Haryanto dikutip Senin (26/1/2026)..
Dalam pencarian korban longsor, tim menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, linggis, parang, senso, serta satu unit alat penyemprot air. Keterbatasan peralatan menjadi tantangan tersendiri dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Kapolres menjelaskan, sejumlah kendala dihadapi selama proses pencarian. Medan yang sulit dengan material bebatuan, hujan yang masih mengguyur lokasi, akses jalan rusak ringan, hingga terputusnya jaringan komunikasi dan listrik turut menghambat upaya evakuasi.
“Meski menghadapi berbagai keterbatasan, seluruh personel tetap berkomitmen melanjutkan pencarian dengan mengedepankan keselamatan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, BPBD Kabupaten Manggarai Timur telah menyediakan bantuan logistik bagi seluruh personel yang terlibat. Pada pukul 16.10 WITA, satu unit alat berat ekskavator akhirnya tiba di lokasi untuk membuka akses jalan menuju titik pencarian utama.
Tim pencarian dan evakuasi terdiri atas unsur gabungan, antara lain Polres Manggarai Timur, Basarnas Pos SAR Labuan Bajo, TNI Koramil 1612-05 Elar, Brimob Kompi C Manggarai, BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda serta masyarakat Desa Goreng Meni.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa Polda NTT terus memantau perkembangan pencarian korban dan memberikan dukungan penuh kepada tim di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan longsor susulan. Keselamatan petugas dan warga menjadi prioritas utama,” katanya.
Pada pukul 18.00 WITA, tim gabungan melaksanakan apel konsolidasi dan memutuskan menghentikan sementara pencarian. Operasi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin (26/1/2026) dengan dukungan alat berat yang telah tiba.
Bencana longsor ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. Longsor menimpa rumah warga bernama Kongradus Lasa dan menelan tiga korban jiwa.
Dua korban sempat tertimbun material longsor, sementara satu korban lainnya berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Benteng Jawa. Namun, korban tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Selain korban jiwa, pencarian korban longsor Manggarai Timur juga dibarengi penanganan pengungsi. Tercatat sebanyak 90 kepala keluarga di Dusun Sosor Alo dan 137 kepala keluarga di Dusun Buru Pote terpaksa mengungsi untuk menghindari longsor susulan.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Bencana di Goreng Meni ini duka bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur. Pemerintah akan terus berupaya maksimal menemukan korban dan menangani dampak bencana,” ujar Agas.
Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, serta perlengkapan tidur. Masyarakat juga diajak bergotong royong membantu korban bencana demi keselamatan dan pemulihan bersama.










