Update Banjir Karawang, Ribuan Rumah Kembali Terendam hingga 2 Meter
KARAWANG, iNews.id – Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum kunjung surut. Memasuki hari kelima, Kamis (22/1/2026) malam, debit air di sejumlah titik di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur kembali naik signifikan setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sepanjang hari.
Kondisi ini membuat ratusan rumah yang sebelumnya sempat mengering, kini kembali terendam air kiriman dan hujan lokal. Peningkatan debit air kali ini terpantau cukup ekstrem.
Di beberapa pemukiman padat penduduk, ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari satu meter hingga yang terparah mencapai hampir 2 meter. Banjir bahkan telah merendam bangunan rumah secara menyeluruh hingga menyentuh atap.
"Intensitas hujan yang tinggi membuat air naik lagi. Banyak warga yang tadi siang sempat bersih-bersih rumah, malam ini terpaksa harus mengungsi kembali," kata petugas di lapangan.
Tidak hanya permukiman, akses jalan utama yang sempat bisa dilalui kendaraan kini kembali terputus. Genangan air di jalan raya mencapai ketinggian 50-70 cm, yang mengakibatkan aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Kondisi jalan yang terendam ini juga menyulitkan tim relawan dalam mendistribusikan bantuan logistik dan makanan siap saji ke posko-posko pengungsian yang berada di pedalaman desa.
Kekhawatiran akan banjir yang semakin parah membuat warga yang sebelumnya bertahan di lantai dua rumah mereka memilih untuk dievakuasi. Gelombang pengungsi kembali memadati tenda-tenda darurat karena trauma akan kenaikan air yang sangat cepat pada Kamis malam.
Menyikapi situasi darurat ini, petugas gabungan dari BPBD Karawang, Tim SAR, dan kepolisian terus bersiaga penuh. Sejumlah perahu karet telah disiagakan di titik-titik rawan untuk mempercepat proses evakuasi jika kondisi muka air terus meningkat.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban banjir Karawang, Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang membuka dapur umum. Dapur umum tersebut berlokasi di Kecamatan Telukjambe Barat.
Kapolres Karawang AKBP Fiki mengatakan, dapur umum tersebut dioperasikan menggunakan kendaraan taktis serbaguna. Kendaraan itu difungsikan sebagai sarana penyediaan makanan bagi warga terdampak.
Jembatan Bailey ke-10 di Bireuen Rampung, Hubungkan Dua Gampong yang Terputus Akibat Banjir
“Kami operasikan dapur umum bantuan Polda Jabar yang bisa menghasilkan 400-500 porsi untuk warga di penampungan korban banjir dan di kantor desa,” ujarnya.
Dari dapur umum tersebut, petugas menyediakan makanan siap saji dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Aparat bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna mempercepat penanganan banjir Karawang serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Petugas juga terus melakukan patroli menggunakan perahu untuk memastikan tidak ada warga, terutama lansia dan anak-anak, yang terjebak di dalam rumah di tengah kegelapan malam.










