Geger! Ribuan Ikan di Danau Grati Pasuruan Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

Geger! Ribuan Ikan di Danau Grati Pasuruan Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

Nasional | inews | Rabu, 14 Januari 2026 - 13:23
share

PASURUAN, iNews.id – Ribuan ekor ikan di Danau Grati, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan mati mendadak pada Selasa (13/1/2026) sore. Fenomena alam tahunan yang dikenal warga setempat dengan istilah "Sapon" atau upwelling ini membuat para petambak keramba jaring apung gigit jari akibat gagal panen.

Berdasarkan video amatir milik warga, bangkai ikan jenis nila dan tombro tampak mengambang di area keramba. Kondisi ini membuat permukaan danau dipenuhi bercak putih dari perut ikan yang telah mati.

Fenomena Sapon merupakan gejala alam upwelling, yakni kondisi di mana angin kencang menciptakan pusaran air di danau. Pusaran ini kemudian mengangkat lumpur serta sisa pakan yang mengendap di dasar danau ke permukaan.

Endapan tersebut mengandung gas beracun yang menyebabkan kadar oksigen menurun drastis. Sehingga ikan mengalami keracunan gas dari dasar danau. Hal itu membuat ikan menjadi mabuk, lemas, hingga akhirnya mati masal.

Ketua Kelompok Tani Tambak, Nur Khasbullah mengungkapkan, kematian ikan terjadi secara tiba-tiba. Biasanya, gejala ikan mulai mabuk terlihat menjelang matahari terbit atau pada pagi dan sore hari.

"Kejadiannya sangat cepat. Jika ditotal, dalam sehari saja ada sekitar 20 kuintal (2 ton) ikan yang mati mendadak. Kami benar-benar tidak bisa berbuat banyak," ujar Nur Khasbullah, Rabu (13/1/2026).

Akibat fenomena ini, sedikitnya 10 petani tambak di Ranu Grati dipastikan gagal panen dengan total kerugian materiil mencapai belasan juta rupiah.

Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Wahid Setyantoro, membenarkan bahwa Sapon adalah siklus tahunan di Danau Grati.

"Fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun, terutama saat cuaca ekstrem. Angin kencang memicu pengadukan massa air dari dasar ke atas," kata Wahid.

Pihak dinas memperkirakan kondisi ini masih berpotensi terjadi selama cuaca di wilayah Pasuruan belum membaik dan angin kencang masih bertiup di sekitar area danau. 

Para petambak diimbau untuk segera memanen ikan yang masih sehat lebih awal guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.

Topik Menarik