Prabowo Takjub Lihat Anak Cleaning Service dan Ojol Orasi 4 Bahasa Asing

Prabowo Takjub Lihat Anak Cleaning Service dan Ojol Orasi 4 Bahasa Asing

Nasional | okezone | Selasa, 13 Januari 2026 - 09:19
share

JAKARTA - Sejumlah siswa Sekolah Rakyat berorasi dalam empat bahasa di hadapan Presiden Prabowo Subianto di sela-sela peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi. Prabowo pun takjub melihat para siswa tersebut.

“Luar biasa mereka itu. Yang (pidato) bahasa Inggris luar biasa. Karena saya besar di luar negeri, kalau saya bagus bahasa Inggrisnya, wajar (karena) saya pernah tinggal di daerah-daerah itu. Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia tadi,” kata Prabowo dikutip, Selasa (13/1/2026).

“Mungkin, bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira bagaimana?” lanjut Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Prabowo juga terkesima dengan prestasi para siswa Sekolah Rakyat. Meski baru berjalan efektif enam bulan, sekolah ini sudah mampu membina siswa bertalenta.

“Saya kagum, masa baru enam bulan tadi saya lihat, sudah ada yang juara olimpiade. Juara Olimpiade Matematika. Luar biasa,” tutup Prabowo.

Sekolah Rakyat didedikasikan negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berasrama gratis. Melalui sekolah itu, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—mendapat kesempatan nyata untuk mengubah masa depan.

Siswa yang tampil dan mendapat perhatian Presiden berasal dari latar belakang keluarga rentan secara ekonomi, dengan orang tua bekerja di sektor informal dan penghasilan terbatas.

Misalnya M. Kiendra Lian Damarta, yang membawakan orasi bahasa Inggris, merupakan anak ojek online dengan penghasilan fluktuatif. Keluarga tinggal menumpang di rumah kerabat. Sekolah Rakyat membuka jalan bagi Kiendra untuk terus menempuh pendidikan menengah atas.

 

Adapun Muhammad Nazril Kurniawan yang merupakan anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan tidak tetap, Nazila Barqiah Harum yang berasal dari keluarga pedagang kecil dengan pendapatan tidak menentu, dan siswa dari keluarga miskin lainnya.

Orasi Siswa Sekolah Rakyat dalam Empat Bahasa

Momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika siswa Sekolah Rakyat menyampaikan orasi berjudul “Terima Kasih Presiden” dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.

Dalam bahasa Inggris, para siswa membuka pidato dengan menyebut langsung Presiden Prabowo Subianto dan para menteri Kabinet Merah Putih, sembari menegaskan bahwa mereka berdiri di hadapan negara bukan sebagai anak-anak paling pintar, dan bukan pula yang paling beruntung, melainkan anak-anak yang akhirnya mendapat kesempatan.

Melalui bahasa Arab, para siswa menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bagi mereka, sekolah adalah harapan, dan sekolah adalah masa depan.

Dalam bahasa Mandarin, para siswa menyatakan bahwa melalui Sekolah Rakyat, anak-anak yang sebelumnya hanya bisa bermimpi kini mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.

 

Sementara dalam bahasa Jepang, para siswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo karena telah peduli pada mereka, anak-anak kecil yang kelak akan menjadi penerus bangsa Indonesia.

Dalam bagian lain orasi, para siswa juga menyampaikan empati terhadap anak-anak di Palestina yang hingga kini belum bisa bersekolah, serta korban bencana di Sumatra yang kehilangan rumah dan keluarga. Mereka mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak pernah berhenti belajar, karena belajar adalah jalan untuk mengubah nasib dan membangun Indonesia.

Orasi ditutup dengan ikrar para siswa di hadapan Presiden:

untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi anak-anak yang jujur, berani, dan tidak pernah menyerah.

“This is the student of Sekolah Rakyat.

Long live Indonesian children.

Long live Sekolah Rakyat.

Merdeka!”

Topik Menarik