Kenang Paus Fransiskus, Praksis Sebut Paus Leo XIV Penerus Harapan Dunia

Kenang Paus Fransiskus, Praksis Sebut Paus Leo XIV Penerus Harapan Dunia

Nasional | sindonews | Sabtu, 10 Mei 2025 - 20:05
share

Pusat Riset dan Advokasi Serikat Jesus (Praksis) menggelar seminar nasional dalam rangka mengenang warisan moral dan spiritual Paus Fransiskus serta menyambut kepemimpinan Bapa Suci Paus Leo XIV.

Seminar reflektif bertajuk “Sebuah Mosaik Indah: Indonesia di Mata Paus Fransiskus” ini diselenggarakan di Aula Gedung KWI, Jakarta, Sabtu (10/5/2025).

Seminar ini menjadi ruang perjumpaan lintas-iman dan lintas-sektor untuk merenungkan kontribusi Indonesia dalam visi gereja universal yang inklusif, damai, dan berbela rasa. Sejumlah tokoh terkemuka hadir dalam seminar yang dipandu Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia (UI) Francisia Saveria Sika Ery Seda.

Antara lain, Ketua Presidium KWI dan Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Ignatius Jonan, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, dan Cendekiawan Muslim Prof. Dr. Siti Musdah Mulia.

Dalam sambutannya, Romo Benedictus Hari Juliawan, SJ, menegaskan momen ini adalah saat yang tepat untuk menghormati jembatan spiritual dan sosial yang dibangun oleh Paus Fransiskus, sekaligus menyambut Paus Leo XIV sebagai penerus harapan dunia.

“Indonesia adalah sebuah mosaik indah—tempat di mana pesan kasih, dialog, dan persaudaraan menemukan bentuk nyata,” ujarnya.

Menurut dia, acara ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya membangun jembatan persaudaraan yang mempersatukan umat manusia.

Senada, Mgr. Antonius Bunjamin, OSC menilai Paus Fransiskus adalah pemimpin yang menyerukan perubahan dari ketidakpedulian global menjadi solidaritas global. Dia juga melihat Paus Leo XIV sebagai penerus visi sosial Fransiskus, dengan nama yang mengingatkan dunia pada semangat Rerum Novarum dari Paus Leo XIII.

Hal yang sama juga disampaikan Siti Musdah Mulia yang menegaskan warisan Paus Fransiskus adalah ajakan damai lintas agama. “Agama harus menjadi kekuatan yang mengangkat spiritualitas dan kemanusiaan,” ujarnya.

Baginya, mengenang Paus Fransiskus berarti menghidupkan kembali semangat dialog dan perdamaian di tengah dunia yang mudah terpecah. Ini dilakukan dengan menghormati kehidupan dan hak asasi manusia, serta membangun dialog.

Pdt. Jacklevyn F. Manuputty menyebut Paus Fransiskus sebagai Bapa Gembala Kemanusiaan yang menghadirkan nilai-nilai profetik dalam realitas konkret. Jacklevyn menilai Paus Fransiskus sebagai tokoh spiritual yang mewakili keberpihakan pada dunia yang rentan.

Ignatius Jonan, umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, mengajak peserta untuk menyadari penyelenggaraan ilahi dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dan juga dalam konklaf yang memilih Paus Leo XIV. Menurut beliau, Paus Leo XIV bisa jadi dihadirkan oleh Yang Ilahi sebagai ajakan bagi seluruh gereja untuk bertransformasi.

Seminar ini menjadi momentum spiritual dan moral untuk merayakan jejak Paus Fransiskus di hati bangsa Indonesia, serta menyambut dengan penuh harapan arah gereja ke depan di bawah kepemimpinan Paus Leo XIV.

Topik Menarik