Mengenal Tugas Utama Kopaska, Pasukan Khusus yang Menyeramkan Milik TNI AL

Mengenal Tugas Utama Kopaska, Pasukan Khusus yang Menyeramkan Milik TNI AL

Nasional | okezone | Sabtu, 6 Juli 2024 - 07:28
share

KOMANDO Pasukan Katak (Kopaska merupakan satuan elite khusus milik TNI Angkatan Laut (TNI AL). Kopaska berbasis langsung di bawah Komando Armada RI dan bertanggung jawab kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Kopaska dikenal dengan semboyan ‘Tan Hana Wighna Tan Sirna’ yang berarti ‘tak ada rintangan yang tak dapat diatasi’. Semboyan ini mencerminkan reputasi Kopaska sebagai pasukan yang tangguh dan tak tertandingi.

Kopaska merupakan pasukan yang sangat menyeramkan. Selain kemampuan tempirnya yang di atas rata-rata prajurit biasa TNI, pasukan katak sering mengenakan topeng tengkorak yang horor sehingga wajahnya tak dikenali musuh. Metode latihan Kopaska juga sangat horor.

Anggota Kopaska merupakan prajurit-prajurit pilihan dari TNI AL yang diseleksi secara ketat, meliputi tes kesehatan, kemampuan fisik, ketahanan bawah air, hingga psikotes khusus.

Calon yang lulus akan digembleng selama 10 bulan pendidikan komando kepaskaan dan standar pasukan khusus. Latihan yang super keras bak neraka wajib dilalui sehingga membentuk ksatria yang tangguh dan andal.

Kopaska mampu bertempur di segala medan, baik darat, laut, udara, hingga rawa-rawa. Meski spesialis mereka adalah antiteror aspek laut.

Karena punya kemampuan tempur khusus, Kopaska sering diandalkan dalam tugas-tugas operasi rahasia. Mereka biasa diturunkan ke medan operasi secara individu atau tim kecil untuk menyelesaikan misi khusus.

Kopaska sudah terlibat dalam berbagai operasi penting di dalam maupun luar negeri sejak didirikan. Kopaska punya peran penting dalam pembebasan Irian Barat (Papua sekarang) lewat Operasi Trikora.

Dikutip dari Wikipedia, berikut beberapa tugas utama Kopaska :

1. Tugas dalam Operasi Amfibi

Beach Reconnaissance:

Kopaska melakukan pengintaian pantai untuk mengumpulkan informasi tentang kondisi pantai sebelum operasi pendaratan amfibi.

Post Reconnaissance:

Setelah pendaratan awal, pasukan melakukan pengintaian lanjutan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasi.

Beach Clearing:

Pasukan membersihkan pantai dari rintangan dan ancaman yang dapat mengganggu pendaratan amfibi.

SUROB (Surf Observation):

Pengamatan gelombang untuk menentukan kondisi laut dan cuaca yang dapat mempengaruhi operasi pendaratan.

2. Tugas dalam Operasi Khusus

Sabotase / Anti Sabotase (Teror):

Kopaska menjalankan misi sabotase terhadap instalasi musuh dan mencegah aksi sabotase dari pihak lawan.

Clandestine:

Operasi rahasia yang memerlukan penyusupan tanpa terdeteksi oleh musuh.

Topik Menarik