10 Contoh Teks Biografi berbagai Tokoh beserta Strukturnya
JAKARTA, iNews.id - Contoh teks biografi berbagai tokoh beserta strukturnya bisa dijadikan referensi dalam membuat sebuah karya tulis. Teks biografi adalah teks yang menceritakan kisah hidup seseorang, mulai dari kelahiran, pendidikan, hingga pengalamannya.
Penyusunan teks biografi membutuhkan keterampilan dan pemahaman yang mendalam tentang tokoh yang diceritakan. Untuk memahami teks biografi, kamu perlu membaca contoh-contohnya.
Sebelum menulis teks biografi, sebaiknya memerhatikan terlebih dahulu struktur tulisannya. Adapun struktur teks biografi sebagai berikut.
Struktur Teks Biografi
1. Orientasi
Bagian awal teks biografi yang berisi pengenalan tokoh dan latar belakang peristiwa yang akan diceritakan.
2. Kejadian atau Peristiwa Penting
Bagian teks biografi yang berisi peristiwa-peristiwa utama yang dialami oleh tokoh. Peristiwa disusun secara kronologis sesuai urutan waktu. Terkadang, penulis juga menyertakan beberapa komentar pada bagian tertentu dalam kronologi peristiwa.
3. Reorientasi
Prabowo: Indonesia dan Pakistan Negara Muslim Terbesar yang Menjunjung Islam Moderat dan Inklusif
Bagian teks biografi yang berisi komentar atau pernyataan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa yang sudah diceritakan. Reorientasi ini berperan sebagai penutup pada teks biografi.
Contoh Teks Biografi berbagai Tokoh
Berikut beberapa contoh teks biografi berbagai tokoh, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (3/10/2023).
1. Biografi Ir Soekarno
Orientasi:
Salah satu pahlawan nasional Indonesia yang pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia adalah Ir. Soekarno. Perjalanan hidupnya yang panjang dituangkan ke dalam biografi yang lengkap mengenai dirinya. Untuk mengetahui secara singkat, berikut adalah contoh teks biografi pahlawan yaitu Ir. Soekarno.
Kusno Sosrodihardjo atau yang lebih dikenal dengan nama Ir. Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Bung Karno yang merupakan presiden pertama Republik Indonesia, wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta pada usianya yang ke-69 dan beliau dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.
Peristiwa penting:
Presiden Soekarno tinggal di Tulungagung, Jawa Timur bersama kakeknya. Beliau tidak menghabiskan waktu kecilnya bersama kedua orang tuanya. Di Tulungagung, Soekarno sempat bersekolah, namun tidak bisa menyelesaikannya, karena kembali ikut dengan orang tuanya tinggal di Mojokerto.
Tahun 1915, Soekarno berhasil menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School dan selanjutnya tinggal bersama H.O.S Cokroaminoto yang merupakan teman dari ayah Soekarno. Bersama H.O.S Cokroaminoto, Soekarno mulai mengenal dan mempelajari politik.
Beliau juga mempelajari bagaimana cara untuk berpidato dan pada tahun 1921 beliau menyelesaikan sekolahnya di Hogere Burger School. Setelah itu, Soekarno pindah ke Bandung dan bersekolah di Technische Hooge School jurusan teknik sipil, di mana saat ini merupakan ITB. Soekarno lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dan berhasil memperoleh gelar insinyur.
Reorientasi:
Hingga saat ini, sosok Ir. Soekarno masih sangat melekat di hati masyarakat Indonesia. Perjuangannya dan keteguhannya dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia bersama dengan masyarakat patut menjadi inspirasi perjuangan pada saat ini.
2. Biografi Ahmad Yani
Orientasi:
Ahmad Yani lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh di pabrik gula milik Belanda. Ahmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di kota Jenar, Purworejo, Jawa Tengah.
Ahmad Yani dan keluarganya pindah ke Batavia pada tahun 1927 karena ayahnya bekerja untuk seorang jenderal Belanda.
Peristiwa Penting:
Ahmad Yani terpaksa menghentikan pendidikannya untuk mengikuti wajib militer. Ahmad Yani telah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah sebelum mengikuti wajib militer.
Ia juga belajar tentang topografi militer selama mengikuti wajib militer. Sayangnya, kedatangan pasukan Jepang mengganggu proses belajarnya.
Lalu Ahmad Yani mengikuti pelatihan lanjutan setelah Jepang datang ke Indonesia.
Reorientasi:
Ahmad Yani bergabung dengan PETA pada tahun 1943. Kemudian pindah ke Bogor untuk mengikuti pelatihan sebagai komandan peleton. Setelah menyelesaikan pelatihan, Ahmad Yani dikirim ke Magelang sebagai instruktur.
3. Biografi Mohammad Hatta
Orientasi:
Prabowo Tegaskan Indonesia–Pakistan Dukung Kemerdekaan Palestina, Serukan Two-State Solution
Drs. H. Mohammad Hatta Atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta adalah wakil presiden pertama Indonesia, selain itu beliau juga adalah seorang pejuang, negarawan, dan juga ekonom. Lelaki kelahiran Fort de Kock, Hindia Belanda (Sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia) 12 Agustus 1902 yang bernama lahir Mohammad Attar merupakan anak kedua dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha.
Pada 18 November 1945, Bung Hatta menikah dengan Rahmi Hatta dan setelah 3 hari menikah mereka pindah dan tinggal Yogyakarta, Pernikahan mereka dikaruniai 3 orang anak perempuan yaitu Meutia Farida Hatta, Gembala Rabi\'ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Peristiwa Penting:
Moh. Hatta menjadi wakil presiden pertama di Indonesia. Ia sangat berperan dalam membantu Soekarno dan para pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan.
Selain menjabat sebagai wakil presiden bung hatta juga pernah menjabat menjadi perdana menteri dalam Kabinet Hatta I-II dan RIS. Pada tahun 1956 Bung Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden akibat perselisihan dengan Presiden Soekarno.
Hatta merupakan sosok yang memiliki kegemaran membaca dan dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Hatta juga menggalakkan ekonomi dengan semangat gotong royong pada masyarakat. Koperasi juga menjadi pilar ekonomi dari tingkat paling kecil yaitu desa. Dengan desa yang berdaya ekonomi dan pangan, maka akan membuat bangsa menjadi lebih kuat.
Reorientasi:
Atas jasanya nama Bung Hatta diabadikan dalam nama sebuah bandar udara internasional di Tangerang, Banten, Indonesia bersama dengan Ir. Soekarno yaitu Bandara Soekarno-Hatta.
Selain di Indonesia nama beliau juga diabadikan menjadi sebuah nama jalan bernama mohammed hattastraat di Zuiderpolder, Haarlem Belanda. Pada 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun, Bung Hatta meninggal dunia di Jakarta.
4. Biografi RA Kartini
Orientasi:
Raden Adjeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Jepara, Hindia Belanda, pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Hindia Belanda, pada tanggal 17 September 1904 pada usia yang masih muda yaitu 25 tahun.
Nama lainnya biasa disebut dengan Raden Ayu Kartini. Tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari tanah Jawa ini dikenal sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi atau disebut dengan feminisme.
Peristiwa penting:
Raden Ajeng Kartini merupakan seorang wanita yang berasal dari kelas bangsawan Jawa. Nama ayah Kartini adalah Ario Sosroningrat. Saat itu, Ario Sosroningrat adalah seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera ketika Kartini lahir.
Ibunda dari Kartini adalah putri dari istri pertama sang bangsawan, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, anak dari Kyai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah. Keduanya adalah tokoh agama di Telukawur, Jepara.
Silsilah Kartini bisa ditelusuri hingga Hamengkubuwono VI. Lebih dari itu, Garis kebangsawanan Bupati Sosroningrat dapat dilacak kembali ke para bangsawan dari istana Kerajaan Majapahit.
Sejak Pangeran Dangirin menjabat sebagai bupati di Surabaya pada abad ke-18, leluhur Sosroningrat menjabat banyak posisi berpengaruh di Pangreh Praja.
Ayah Kartini dulunya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan Hindia Belanda waktu itu mewajibkan seorang bupati agar beristrikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah tidak memiliki garis bangsawan tinggi, maka ayah Kartini menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan yang merupakam keturunan langsung dari Raja Madura.
Setelah pernikahan itu, maka ayah Kartini berhasil menjadi bupati di Jepara. Menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan yang bernama R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini merupakan kakak perempuan tertua. Kakek dari Kartini yang bernama Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat menjadi bupati ketika usia 25 tahun dan terkenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati yang memberi pendidikan khas Barat kepada anak-anaknya.
Kakak Kartini yang bernama Sosrokartono adalah seorang yang pandai dalam berbahasa. Sampai usia dua belas tahun, Kartini mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School). Salah satu pelajaran yang dipelajari oleh Kartini adalah bahasa Belanda. Tetapi setelah usia dua belas tahun, Kartini dilarang meninggalkan rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini fasih dalam Bahasa Belanda, maka di hari-hari pingitnya, ia mulai belajar sendiri dan mengirim surat kepada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda.
Salah satu sahabatnya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari koran, buku-buku dan majalah Eropa, Kartini mulai tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa atau feminisme modern.
Timbul cita-citanya untuk memajukan pemikiran perempuan pribumi, karena menurutnya, perempuan pribumi di era Hindia Belanda berada pada status sosial yang cukup rendah.
Pada tahun 1903 saat Kartini berusia sekitar 24 tahun, impian untuk meneruskan studi menjadi guru di tanah Betawi pun sudah sirna.
Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini berkata bahwa dirinya tidak berniat lagi untuk meneruskan studi karena ia sudah akan menikah. Padahal waktu itu pihak departemen pendidikan di Belanda sudah membuka peluang untuk Kartini dan Rukmini agar bisa belajar di Betawi.
Reorientasi:
Saat menjelang hari pernikahannya, penilaian Kartini terhadap nilai-nilai di adat Jawa mulai melunak dan menjadi lebih toleran. Ia berpendapat bahwa pernikahan akan memberikan berkah tersendiri agar bisa mewujudkan impian untuk mendirikan sekolah bagi para perempuan pribumi di era Hindia Belanda.
Dalam suratnya, Kartini menceritakan bahwa suaminya tidak hanya mendukung keinginannya untuk memajukan ukiran khas Jepara dan sekolah bagi perempuan pribumi saja, tetapi juga menceritakan agar Kartini bisa menulis sebuah buku yang menarik.
5. Biografi BJ Habibie
Orientasi:
BJ Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini memiliki nama lengkap Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI ketujuh.
Ibunda Habibie berasal dari Jawa, sedangkan ayahnya asal Pare-Pare. Beliau memiliki kecerdasan pada ilmu teknologi dan pengetahuan, terutama fisika, semenjak masih kecil.
Peristiwa penting:
Beliau kuliah Teknik Mesin di ITB atau Institut Teknologi Bandung selama enam bulan, kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jerman pada 1955 di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Kuliahnya dibiayai ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo.
Butuh waktu 10 tahun Habibie muda menuntaskan studi S-1 sampai S-3 di Aachen, Jerman. Tak seperti kebanyakan mahasiswa Indonesia yang memperoleh beasiswa ke luar negeri, selama kuliah S1 dan S2, yang membiayai kuliahnya adalah ibundanya, di mana ibu Habibie menjalankan usaha katering dan menyewa rumah di Bandung sebagai penghasilan untuk hidup dan membayar biaya kuliah Habibie.
Selama kuliah di Jerman, Habibie menekuni dan menggeluti bidang desain dan konstruksi pesawat terbang di Fakultas Teknik Mesin. Butuh waktu lima tahun untuk mengakhiri studi di Jerman, Habibie pun memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik dengan predikat terbaik atau summa cumlaude.
Reorientasi:
Setelah beliau menikahi teman semasa SMA-nya, yakni Ibu Hasri Ainun Besari pada 1962, lalu Habibie melanjutkan program doktoral dengan istrinya yang tinggal bersamanya di Jerman. Pada saat itu Habibie harus bekerja untuk membayar uang kuliah dan biaya kebutuhan rumah tangga.
Semasa hidupnya beliau telah berkontribusi banyak bagi negara ini, membuat pesawat terbang RI pertama.
6. Biografi Jenderal Soedirman
Orientasi:
Jenderal Soedirman merupakan pahlawan nasional yang lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916. Ia lahir dari keluarga biasa dan diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi.
Peristiwa Penting:
Semasa hidupnya, Jenderal Soedirman dikenal aktif dan sering melakukan kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan sejak duduk di sekolah menengah, Jenderal Soedirman sudah menunjukkan jiwa-jiwa kepimpinannya yang dimilikinya.
Pada tahun 1944, Jenderal Soedirman membuat keputusan untuk bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dan kemudian dipercaya menjadi Komandan Batalyon Banyumas.
Saat menjadi seorang komandan, beliau dengan rekan prajurit lainnya melancarkan sebuah pemberontakan. Akibat dari pemberontakan tersebut, Jenderal Soedirman diasingkan di Bogor. Di tahun 1984, Jenderal Soedirman diangkat sebagai Panglima Besar dan mulai dikenal keberadaannya ketika Perang Gerilya 1 Maret 1949.
Reorientasi:
Beliau wafat di Magelang, 29 Januari 1950 di umurnya yang ke-34 tahun. Karena semangatnya untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, jasa Jenderal Soedirman pun masih dikenang hingga sekarang.
7. Biografi Dewi Sartika
Orientasi:
Dewi Sartika adalah seorang putri dari pasangan priyayi dari Jawa Barat yang lahir pada tanggal 4 Desember 1884. Dewi Sartika memiliki orang tua yang ingin memiliki seorang putri berpendidikan, walaupun pada saat itu hal tersebut bukan merupakan hal yang sesuai dengan adat.
Setelah ditinggal oleh sang ayah, Dewi Sartika diasuh oleh paman yang merupakan seorang Patih Cicalengka. Dari pamannya, Dewi Sartika mengetahui mengenai Sunda, sementara pengetahuan mengenai budaya Barat.
Peristiwa Penting:
Sedari kecil, Dewi Sartika sangat tertarik dengan dunia pendidikan. Sejak ia berusia 10 tahun, ia sudah mengajar kepada anak-anak yang ada di Cicalengka untuk bisa menulis, membaca, dan berbicara bahasa Belanda.
Pada tahun 1902, Dewi Sartika meyakinkan pamannya untuk mendirikan sebuah sekolah untuk perempuan. Akhirnya di tahun 1904, Dewi Sartika bisa mendirikan Sakola Istri yang merupakan sekolah pertama di Hindia Belanda.
Akibat dari niat baik Dewi Sartika ini, ia mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak. Atas jasa beliau di bidang pendidikan, Dewi Sartika diberi anugerah \'Bintang Jasa\' oleh pemerintah Hindia Belanda.
Reorientasi:
Sampai saat ini, jasa yang dilakukan oleh Dewi Sartika tidak bisa dilupakan dan sangat memberikan inspirasi serta harapan bagi banyak orang, terutama perempuan dalam mewujudkan cita-citanya.
8. Biografi John F. Kennedy
Orientasi:
John Kennedy atau yang memiliki nama lengkap John Fitzgerald Kennedy merupakan tokoh dunia yang lahir di Brookline, Massachusetts, 29 Mei 1917. Beliau meninggal pada usia 46 tahun pada 22 November 1963 di Dallas, Texas.
Peristiwa Penting:
John Kennedy merupakan presiden Amerika Serikat ke-35 di tahun 1960. Ia adalah presiden termuda, selain Theodore Roosevelt yang menjadi seorang presiden.
Ia berhenti menjadi presiden setelah terjadinya insiden di tahun 1963 yang merenggut nyawanya. Pada tanggal 22 November 1963, John F. Kennedy jatuh dari mobil terbuka karena tembakan peluru ketika berkunjung ke Dallas, Texas.
Reorientasi:
Pada masa pemerintahannya, John Kennedy dianggap sebagai lambang liberalisme hadir di Amerika Serikat. Ketika Perang Dunia II terjadi, John Kennedy dipuji karena keberaniannya menyelamatkan rekan pelaut di Samudera Pasifik Selatan.
9. Biografi Albert Einstein
Orientasi:
Seorang anak laki-laki lahir pada tahun 1875 tanggal 14 Maret di Jerman dari pasangan Pauline dan Hermann Einstein, ia adalah Albert Einstein. Ia pun seorang fisikawan yang biasa dijuluki sebagai Bapak Fisika Modern. Sayangnya Albert Einstein sudah tiada puluhan tahun silam yakni di Amerika Serikat pada tahun 1955 tanggal 18 April.
Peristiwa penting:
Masa kecil Albert Einstein sering dianggap anak autisme dan memiliki keterbelakangan, hal ini dikarenakan kemampuan berbicaranya yang amat lamban. Ia pun cenderung sangat pendiam terlebih suka sekali menyendiri.
Di usia yang masih belia yakni lima tahun, minat Albert Einstein pada bidang ilmu fisika ini timbul, ketika Hermann Einstein ayahnya memberikan hadiah Einstein sebuah kompas. Ia sangat terpesona pada hadiah tersebut, hingga ingin mengetahui apa saja misteri yang ada di alam semesta ini.
Dan dari saat itulah Albert Einstein menjadi sangat gemar untuk mendalami dan mempelajari serta memahami tentang berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan ilmu fisika seperti halnya kompas dan lainnya.
Reorientasi:
Dari kehidupan Albert Einstein banyak sekali hal-hal yang bisa diambil sebagai pembelajaran, terutama prinsip atau sifat pantang menyerah terhadap kegagalan. Walaupun dulunya ia sering dibilang sebagai anak autis dan mempunyai keterbelakangan, sekarang Albert Einstein dianggap sebagai manusia paling jenius dan juga diberi julukan Bapak Fisika Modern hingga saat ini.
10. Biografi Mark Zuckerberg
Orientasi:
Mark Elliot Zuckerberg, ia adalah seorang pemuda kebangsaan Amerika atau masyarakat umum mengenalnya sebagai CEO sekaligus pendiri satu di antara media sosial terpopuler, yakni Facebook. Ia lahir di White Plains, satu di antara wilayah Kota New York, pada 14 Mei 1984. Mark termasuk pengusaha muda terkaya, dengan kekayaan sekitar 72.9 miliar dolar Amerika.
Peristiwa penting:
Sebelum membuat platform tersebut, Mark Zuckerberg adalah seorang mahasiswa di Universitas Harvard, hingga suatu saat Mark Zuckerberg membuat jejaring sosial yang diperuntukkan bagi kelas Mark Zuckerberg saja. Namun, lambat laun jejaring sosial itu tersebar luas, terlebih banyaknya sambutan positif dari orang di sekitarnya, hingga sampai ke universitas lain yang dekat dengan Universitas Harvard.
Tak lama setelah Mark Zuckerberg melihat perkembangan media sosial itu, ia memutuskan keluar dari Universitas Harvard dan kemudian memfokuskan dirinya untuk mengerjakan proyek jejaring sosial miliknya, yang kini sudah dikenal sebagai Facebook.
Reorientasi:
Di usianya yang baru 35 tahun, Mark Zuckerberg telah menjadi seorang pemuda terkaya di dunia. Sebelumnya, Mark Zuckerberg hanya berniat membuat jejaring sosial Facebook ini untuk membantu orang-orang. Berkat niat baik serta ide inovatifnya, Facebook tak hanya membantu banyak orang, tetapi juga membuat Mark kaya raya.
Itulah ulasan mengenai contoh teks biografi berbagai tokoh beserta strukturnya. Semoga bermanfaat.










