Rusia Bangun Benteng “Dragon Teeth” untuk Jegal Tank Ukraina
FAJAR.CO.ID Pertahanan Rusia mempersiapkan Dragon Teeth yang didukung bentangan parit sepanjang 30 km untuk menjegal tank Ukraina. Persiapan Dragon Teeth ini berada di wilayah tenggara kota Polohy.
Sistem pertahanan Rusia ini terlihat dalam citra satelit yang diambil oleh Capella Space. Pasukan Rusia ditempatkan sedikit lebih jauh dari barikede anti tank Dragons Teeth.
Dalam citra satelit terlihat jaringan besar benteng Rusia yang membentang dari Rusia bagian barat melalui Ukraina timur dan terus ke Krimea.
Benteng tersebut disiapkan oleh Rusia sebagai menghadang serangan dari Ukraina yang digadang-gadang akan segera dilancarkan.
Pejabat Ukraina mengatakan bahwa ribuan tentara Ukraina telah berlatih di Barat untuk menggunakan aset militer yang berbeda di medan perang secara gabungan menjelang serangan balasan.
Dilansir dari Reuters, terlihat bahwa pertahanan yang paling kuat berada di wilayah wilayah Zaporizhzhia selatan dan pintu gerbang ke Semenanjung Krimea.
Enam pakar militer mengatakan pertahanan tersebut sebagian besar dibangun setelah kemajuan pesat pihak Ukraina di musim gugur lalu.
Hal itu akan tergantung pada kemampuan militer Ukraina dalam melakukan operasi gabungan yang kompleks secara efektif.
Pihak Ukraina sendiri telah berjanji untuk mengambil alih kembali semua wilayah yang diduduki Rusia.
Pihak Barat telah mengirimkan sejumlah tank tempur modern dan kendaraan tempur infanteri untuk menjadi garda depan penyerangan yang didukung dengan peralatan penghubung dan kendaraan pembersih ranjau.
Sedangkan pihak Rusia sendiri telah menggali benteng berlapis yang luas untuk memastikan pasukannya akan jauh lebih kuat saat digempur oleh pasukan Ukraina.
Gambar-gambar tersebut menunjukkan sebagian besar konstruksi Rusia dilakukan setelah November 2022.
Meskipun demikian, Kementerian pertahanan Rusia tidak menanggapi tentang strategi pertahanan dan kemampuannya untuk menangkis serangan balasan dari Ukraina.
Menurut citra satelit, posisi Rusia paling terkonsentrasi di dekat garis depan di wilayah tenggara Zaporizhzhia, di timur dan melintasi jalur sempit yang menghubungkan Semenanjung Krimea ke seluruh Ukraina.
Semua ahli militer mengharapkan serangan balasan utama berada di wilayah selatan, meskipun pertempuran terberat dalam beberapa bulan terakhir terkonsentrasi di timur, dan khususnya di sekitar kota Bakhmut.
Pekan lalu, Vladimir Putin selaku Presiden Rusia melakukan kunjungan ke wilayah Kherson sebagai sinyal kepentingan strategisnya.
Sedangkan Oleksandr Musiyenko yang merupakan seorang analis militer di Kyiv, mengatakan bagian selatan sangat penting bagi Ukraina.
Semenanjung berbentuk berlian yang direbut dari Ukraina pada tahun 2014 adalah rumah bagi Armada Laut Hitam yang digunakan Rusia untuk memproyeksikan kekuatan ke Timur Tengah dan Mediterania, di mana dalam selama 14 bulan terakhir menghujani Ukraina dengan rudal jelajahnya.
Bagian selatan juga merupakan rumah bagi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terbesar di Eropa, yang telah diduduki sejak Maret tahun lalu dan telah di non aktifkan sejak September yang sebelumnya memasok seperlima dari kebutuhan listrik Ukraina. (fajar)










