Menkop Ferry Juliantono: Penyadapan Listyo Sigit cs Percobaan Makar dan Pengkhianatan
JAKARTA, iNews.id - Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Ferry Juliantono menyatakan pihaknya mendukung polisi mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tiga perwira tinggi Polri lainnya. Dukungan disampaikan dalam konferensi pers Aksi Rakyat Bela Indonesia (ARBI) di, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Ferry yang juga Menteri Koperasi itu menilai peristiwa penyadapan perlu diusut karena merupakan percobaan makar dan pengkhianatan terhadap pemerintahan yang sah.
"Bahwa proses peristiwa penyadapan itu, seperti yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, itu adalah percobaan makar dan juga kita ikuti perkembangannya itu merupakan pengkhianatan juga terhadap pemerintahan yang sah itu," kata Ferry.
Ferry menyebut, dukungan itu diberikan agar seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan penyadapan dapat diusut secara tuntas.
Cuma Main Sekali tapi Krusial untuk Timnas Indonesia, Shayne Pattynama: Bangga Jadi Bagian Tim Ini!
"Ormas-ormas Islam mendukung supaya, dilakukan pengusutan yang tuntas terhadap, proses percobaan makar melalui peristiwa penyadapan terhadap Bapak Presiden dan kita akan mendukung kepolisian untuk usut, mengusut itu semua, ya," ujarnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Selain Listyo, polisi menetapkan sejumlah perwira tinggi Polri sebagai tersangka.
Hingga kini, jumlah tersangka yang diumumkan mencapai empat orang, yakni Jenderal Listyo Sigit, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Slamet Uliandi.










