Detik-Detik Sopir Truk Berhamburan Lihat Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 4,5 Km

Detik-Detik Sopir Truk Berhamburan Lihat Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 4,5 Km

Nasional | inews | Kamis, 5 November 2026 - 17:30
share

LUMAJANG, iNews.id – Para pekerja tambang dan sopir truk angkutan pasir yang berada di aliran lahar Sungai Leprak, Kabupaten Lumajang, panik berhamburan saat Gunung Semeru meletus dengan meluncurkan awan panas guguran (APG) sejuah 4,5 km, Kamis (5/11/2026). 

Mereka lari menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih aman usai melihat pekatnya awan panas yang membumbung tinggi. Erupsi susulan Semeru kali ini memang skala lebih besar disertai luncuran APG yang menerjang ke arah aliran Besuk Kobokan.

Pekerja tambang pasir, Bambang menuturkan, kepanikan terjadi saat petugas dan warga melihat luncuran abu pekat membumbung tinggi mengarah ke jalur tambang. 

"Awan panasnya terlihat makin besar mengarah ke sini (Besuk Kobokan). Semua sopir dan pekerja langsung menghentikan aktivitas dan lari menyelamatkan diri," ujar Bambang.

Peristiwa erupsi susulan yang terjadi sekitar pukul 09.24 WIB tersebut memicu kepanikan luar biasa di kawasan tambang pasir jalur aliran lahar Sungai Leprak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, sejak Kamis pagi dalam kurun waktu 3 jam saja, Gunung Semeru tercatat telah meluncurkan awan panas guguran sebanyak 3 kali dengan jarak luncur bervariasi mulai dari 3 kilometer hingga 4,5 kilometer. 

Sementara itu, aktivitas pengerjaan proyek pembangunan Sabo Dam di sepanjang jalur aliran lahar Besuk Kobokan sempat dihentikan sementara waktu demi keselamatan para pekerja.

Meski demikian, pengerjaan proyek penahan lahar tersebut kembali dilanjutkan setelah situasi dinilai cukup kondusif dengan pengawasan ketat petugas. 

Masyarakat dan para pekerja diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi mengingat kondisi aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih fluktuatif serta berstatus Level III (Siaga).

Topik Menarik