Tersingkir dari Korea Open 2026, Alwi Farhan Akui Persiapannya Kurang Maksimal
YEOSU, iNews.id – Alwi Farhan mengakui persiapannya kurang maksimal setelah tersingkir dari Korea Open 2026. Tunggal putra Indonesia itu mengungkap sejumlah kekurangan dalam permainannya seusai dikalahkan wakil Taiwan, Wang Po Wei, pada babak 16 besar.
Alwi yang menempati posisi unggulan keempat harus menyerah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-17, 23-25, dan 15-21. Pertandingan berlangsung di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kekalahan tersebut cukup mengecewakan karena Alwi sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan kemenangan pada gim pertama. Namun, dia gagal mengamankan gim kedua yang berlangsung ketat sebelum akhirnya tumbang pada gim penentuan.
Seusai pertandingan, Alwi secara terbuka mengevaluasi penampilannya. Dia mengaku belum puas dengan hasil yang diraih, tetapi tetap bersyukur karena sudah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik di tengah persiapan yang belum ideal.
"Pastinya tidak cukup puas tapi tetap bangga dan bersyukur sudah mencoba apapun caranya walau saya rasa persiapan yang dibawa ke sini tidak begitu maksimal," ujar Alwi, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Pemain Indonesia itu juga mengakui keterbatasan pilihan serangan menjadi salah satu kendalanya. Dia merasa kesulitan mencari cara untuk mengatasi permainan Wang yang mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan.
"Saya coba memanfaatkan dan memaksimalkan apa yang saya punya dan hari ini terasa saya tidak punya banyak opsi senjata melawan Wang Po-Wei," katanya.
Alwi kemudian menyoroti kekuatan pukulan keras Wang yang sulit diantisipasi. Dia menerima hasil pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dalam permainannya.
"Sebaliknya, dia mempunyai smash-smash yang kencang dan kurang bisa saya antisipasi. Ini kenyataan dan hasil yang harus saya terima, saya akan ambil positifnya dan memperbaiki negatifnya," ungkapnya.
Soroti Kondisi Fisik Jelang Turnamen di Kumamoto
Selain persoalan teknis permainan, Alwi menilai kondisi fisiknya masih membutuhkan perhatian khusus. Dia secara spesifik menyoroti latihan kardio dan upaya menjaga kebugaran tubuh yang dinilai belum optimal.
Kekurangan tersebut menjadi pekerjaan rumah menjelang turnamen berikutnya di Kumamoto, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Alwi ingin meningkatkan kondisi fisiknya agar dapat tampil lebih maksimal.
"Catatan utamanya adalah latihan cardio dan maintain badannya masih kurang, ini yang harus saya kejar lagi untuk turnamen pekan depan di Kumamoto," tuturnya.
Evaluasi tersebut menjadi fokus Alwi setelah gagal melanjutkan perjalanan di Korea Open 2026. Dia kini harus membenahi aspek kebugaran sekaligus mencari lebih banyak pilihan permainan untuk menghadapi lawan dengan karakter serangan seperti Wang.
Turnamen di Kumamoto akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Alwi untuk menerapkan hasil evaluasinya setelah kekalahan di Yeosu.










