Heboh Raisa Acungkan Salam 3 Jari saat Konser, Suarakan Perlawanan!
JAKARTA, iNews.id - Aksi penyanyi Raisa mengacungkan salam tiga jari saat tampil di atas panggung mendadak menjadi sorotan. Momen tersebut terjadi ketika penyanyi berusia 36 tahun itu membawakan lagu 'Nyawa dan Harapan' dalam konser Raisa Handmade Night di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Di tengah penampilannya, Raisa terlihat mengangkat tiga jari ke udara. Gestur tersebut langsung mencuri perhatian penonton, terlebih salam tiga jari selama ini dikenal sebagai simbol solidaritas, kebebasan, hingga perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap menindas.
Aksi Raisa pun memunculkan perhatian publik. Pasalnya, salam tiga jari bukan sekadar gestur biasa. Simbol tersebut memiliki sejarah panjang dan kerap digunakan dalam berbagai gerakan sosial di sejumlah negara.
Meski demikian, Raisa tidak secara eksplisit menjelaskan makna gestur tiga jari yang diperlihatkannya di atas panggung. Namun, momen itu terjadi saat dia menyanyikan 'Nyawa dan Harapan', lagu yang turut membawa pesan tentang kehidupan dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup.
Kepedulian tersebut juga diwujudkan Raisa melalui langkah nyata. Bersama label musik JUNI Records, dia berkomitmen mendonasikan seluruh pendapatan dari video musik "Nyawa dan Harapan" hingga 28 Oktober 2027.
Dana yang terkumpul nantinya disalurkan melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) untuk mendukung restorasi habitat dan penyelamatan satwa liar di Indonesia.
Dengan langkah tersebut, Raisa menjadikan karya musiknya sebagai salah satu sarana untuk mendukung pelestarian lingkungan. Pesan yang dibawanya tidak berhenti di atas panggung, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi bagi kehidupan satwa liar.
Lantas, apa sebenarnya makna salam tiga jari yang diacungkan Raisa?
Salam tiga jari atau three-finger salute dikenal luas melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam kisah tersebut, gestur ini awalnya digunakan sebagai bentuk penghormatan, simpati, dan perpisahan.
Seiring berkembangnya cerita, simbol tersebut berubah menjadi tanda solidaritas dan perlawanan masyarakat terhadap pemerintahan otoriter Capitol.
Di dunia nyata, salam tiga jari kemudian diadopsi dalam berbagai gerakan sosial dan pro-demokrasi di sejumlah negara, termasuk Thailand, Myanmar, dan Hong Kong. Simbol ini kerap dikaitkan dengan semangat kebebasan, persatuan, serta penolakan terhadap kekuasaan yang dianggap menindas.
Di Indonesia, salam tiga jari juga sempat menjadi perhatian dalam aksi #IndonesiaSadar yang berlangsung di kawasan Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sementara itu, konser Raisa Handmade Night berlangsung selama dua hari, yakni 4 dan 5 November 2026, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Penampilan hari pertama Raisa pun menyisakan momen yang ramai diperbincangkan, terutama ketika dia mengacungkan salam tiga jari di tengah lagu Nyawa dan Harapan.










