Proyek Tanggul Kali Angke Jakbar Capai 90 Persen, Pramono Yakin Bisa Kurangi Banjir

Proyek Tanggul Kali Angke Jakbar Capai 90 Persen, Pramono Yakin Bisa Kurangi Banjir

Terkini | inews | Kamis, 5 November 2026 - 02:03
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan tanggul Kali Angke segmen Permata Buana di Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa (3/11/2026). Infrastruktur tersebut dibangun untuk mengendalikan banjir di daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke, khususnya Kelurahan Kembangan Utara.

Pramono menjelaskan, kawasan tersebut kerap terdampak banjir karena secara topografi berada di titik terendah dibandingkan wilayah sekitarnya. Kondisi itu membuat genangan di lokasi tersebut bertahan lebih lama dan surut paling akhir.

"Memang di segmen ini adalah segmen yang selalu banjirnya paling lama dan terakhir. Karena cekungannya itu ada di paling bawah," ujar Pramono, dikutip Kamis (5/11/2026).

Pembangunan tanggul Kali Angke segmen Permata Buana merupakan bagian dari JakTirta Project. Tanggul dengan panjang total 2,057 kilometer tersebut terbagi menjadi empat segmen dan pengerjaannya kini telah mencapai 90 persen.

"Dari 2,057 kilometer tadi ada empat segmen dan Alhamdulillah sekarang ini sudah 90 persen selesai," katanya.

Pramono meyakini pembangunan tanggul dapat membantu mengurangi debit dan volume air yang menggenangi kawasan tersebut, meski potensi banjir masih tetap ada.

Karena itu, dia juga meminta jajarannya memperkuat infrastruktur pengendali banjir di Jakarta Barat, salah satunya dengan memperbanyak pembangunan embung.

Embung tersebut diharapkan dapat menambah luas daerah tangkapan air (catchment area) sekaligus meningkatkan kapasitas tampung air hujan. Dengan begitu, potensi banjir di wilayah sekitar dapat ditekan saat curah hujan tinggi.

Pramono menilai jumlah embung di Jakarta Barat saat ini masih belum memadai. Penambahan infrastruktur tersebut diperlukan agar pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada tanggul dan fasilitas yang sudah tersedia.

"Tadi saya menyetujui untuk dibuatkan embung supaya catchment-nya, daya tampungnya juga bertambah. Sebab kalau hanya mengandalkan infrastruktur yang ada saja, saya yakin pasti tidak cukup," jelas Pramono.

Topik Menarik