Buka OASE III PTKIN 2026, Menag Nasaruddin Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

Buka OASE III PTKIN 2026, Menag Nasaruddin Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

Terkini | inews | Rabu, 4 November 2026 - 20:48
share

YOGYAKARTA, iNews.id - Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar mendorong mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menguasai sains dan nilai agama demi mengembalikan kejayaan peradaban Islam.

Menag mengingatkan kembali pentingnya meneladani sejarah kejayaan Islam (Golden Age of Islam) di mana para ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Haitam berhasil memimpin peradaban dunia melalui ilmu pengetahuan dan sains.

"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Menag Nasaruddin saat membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN Tahun 2026 di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). 

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis) Prof Dr Amien Suyitno, MAg, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan, serta jajaran pejabat dan pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia.

Perhelatan akbar ini mempertemukan kontingen mahasiswa terbaik dari 54 PTKIN se-Indonesia untuk berkompetisi sekaligus menguatkan kapasitas akademik di bidang sains, riset, dan teknologi.

Dirjen Pendis Kemenag, Prof Dr Amien Suyitno memaparkan perjalanan OASE yang dimulai sejak tahun 2021 di Aceh, berlanjut ke Jakarta pada 2023, dan kini diselenggarakan di Yogyakarta. 

Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN Tahun 2026 resmi dibuka di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). (Foto: ist)

Dia juga menyoroti prestasi UIN Sunan Kalijaga yang berhasil menempati peringkat terhormat dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education World University Ranking 2026. 

"Hari ini, UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru — seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung. Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," kata Prof Amien.

Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan.

Dia menekankan bahwa OASE dan Kuliah Kerja Nyata Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah pertukaran gagasan dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN. 

"Sains membantu kita memahami alam, riset menghasilkan pengetahuan baru, sementara agama memberikan landasan etis dan spiritual tentang makna kehidupan. Di sinilah relevansi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga," ungkap Prof Noorhaidi.

Acara pembukaan OASE III PTKIN 2026 tersebut kemudian ditandai secara resmi dengan penekanan tombol digital oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kemenag dan Rektor UIN Sunan Kalijaga, menandai dimulainya rangkaian kompetisi riset dan sains nasional secara serentak.

OASE PTKIN merupakan ajang kompetisi ilmiah nasional bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Kementerian Agama. Ajang ini dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang sains terapan, riset inovatif, teknologi, hingga pendalaman ilmu keagamaan. 

Melalui OASE, Kemenag mendorong lahirnya generasi muda PTKIN yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam sains modern guna menjawab tantangan zaman dan mendukung Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.

Topik Menarik