Buka KDMK Angkatan III di Unsri, Wamendagri Dorong Kades jadi Pemimpin Berdampak

Buka KDMK Angkatan III di Unsri, Wamendagri Dorong Kades jadi Pemimpin Berdampak

Nasional | inews | Rabu, 4 November 2026 - 17:43
share

JAKARTA, iNews.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong seluruh kepala desa untuk membangun kepemimpinan yang berdampak, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat membuka kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Universitas Sriwijaya, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/11/2026). 

Bima Arya menegaskan bahwa kepemimpinan berdampak membutuhkan visi keberpihakan yang terang, kemampuan menganalisis data, penentuan skala prioritas yang realistis, serta keahlian berkolaborasi. 

Dia pun mewanti-wanti agar jajaran pemerintah desa tidak menghamburkan alokasi anggaran hanya untuk urusan formalitas. 

"Kepala desa jangan terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas birokrasi semata. Anggaran desa harus diprioritaskan untuk pelayanan publik dan program pembangunan yang konkret serta sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Bima Arya.

Mantan Wali Kota Bogor itu juga mengingatkan agar kepala desa tidak terjebak pada kegiatan seremonial dan rutinitas birokrasi. Anggaran desa harus diprioritaskan untuk pelayanan publik dan program pembangunan yang konkret serta sesuai kebutuhan masyarakat.

Bima Arya turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus dan desa dapat saling belajar melalui pertukaran pengetahuan akademik dan pengalaman praktik di lapangan. 

Dia berharap para kepala desa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kembali ke daerah dengan semangat menjadi kepala desa terbaik di Sumatera Selatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, Bernhard Eduard Rondonuwu mengatakan, program KDMK dirancang sebagai wahana pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi kepala desa dalam bidang tata kelola pemerintahan desa, transformasi digital, kepemimpinan publik, inovasi pelayanan, pengelolaan potensi desa, penguatan ekonomi, serta pembangunan berbasis data dan bukti (evidence-based policy).

"KDMK menjadi salah satu instrumen strategis Ditjen Bina Pemdes dalam mendukung terwujudnya Pemerintahan Desa Berdampak serta percepatan penerapan Smart Village di seluruh Indonesia," kata Bernhard. 

Melalui kemitraan bersama Universitas Sriwijaya, program yang berlangsung pada 3–6 November 2026 ini diikuti oleh 255 kepala desa terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. 

Selama empat hari pelatihan, para peserta memperoleh kurikulum komprehensif, mulai dari pemetaan potensi ekonomi desa, inovasi desa melalui metode design thinking, penerapan ekonomi sirkular, tata kelola administrasi digital desa, hingga penyusunan rencana aksi inovasi yang siap dieksekusi di wilayah masing-masing.

Topik Menarik