Catat Hotspot Terbanyak, Kalteng Jadi Fokus Penanganan Karhutla Kemenhut

Catat Hotspot Terbanyak, Kalteng Jadi Fokus Penanganan Karhutla Kemenhut

Berita Utama | okezone | Selasa, 3 November 2026 - 17:04
share

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat 100 hotspot atau titik panas berkepercayaan tinggi (high confidence) tersebar di seluruh Indonesia hingga Minggu (1/11/2026) pukul 21.00 WIB. Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di antara enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot nasional tersebut meningkat empat titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 96 titik.

Sementara itu, pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot meningkat dari 19 menjadi 34 titik. Rinciannya, Kalimantan Tengah mencatat 19 titik, Jambi 10 titik, dan Kalimantan Barat lima titik. Adapun Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Riau nihil hotspot high confidence.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyebut bahwa peningkatan hotspot tidak bisa langsung diartikan sebagai bertambahnya jumlah kebakaran maupun luas lahan yang terbakar.

"Dinamika hotspot perlu dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar," kata Ristianto dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Ristianto menjelaskan, seluruh indikasi hotspot tetap harus diverifikasi melalui patroli dan pengecekan langsung ke lapangan atau groundcheck.

Di Kalimantan Tengah, operasi pemadaman masih berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Pulang Pisau dan Palangka Raya. Di Sakakajang, api belum sepenuhnya padam. Sementara di Tanjung Taruna, petugas masih menemukan banyak kepulan asap pada lahan gambut sehingga membutuhkan pemadaman lanjutan.

 

Pemadaman juga dilakukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya Sei Sekonyer-Tanjung Harapan, untuk menangani kebakaran bawah di lahan gambut. Kondisi serupa ditemukan di Sei Hambawang, Pulang Pisau, yang masih menyisakan titik asap.

Sementara itu, di Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, api telah dinyatakan padam setelah operasi pemadaman berkelanjutan.

Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah turut mendapat perhatian langsung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Dalam kunjungan kerjanya, Raja Juli meninjau pembangunan sekat bakar di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara.

Sekat bakar tersebut dibangun untuk menghambat penjalaran api sekaligus melindungi habitat orangutan Kalimantan. Pembangunannya melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD, pemadam kebakaran, masyarakat, dan pihak terkait.

Selain pemadaman, Kementerian Kehutanan juga memperkuat pengamanan kawasan pascakarhutla. Dalam perjalanan darat untuk mengecek lokasi kebakaran di Kalimantan Tengah, Menteri Kehutanan bersama jajaran Ditjen Gakkumhut menemukan tumpukan kayu gelondongan yang diduga berasal dari aktivitas ilegal.

Lokasi tersebut kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga memeriksa dua truk bermuatan kayu serta alat berat yang ditemukan di kawasan hutan.

Kementerian Kehutanan menyatakan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan bara benar-benar tuntas, kawasan terlindungi, serta dugaan pelanggaran hukum ditindaklanjuti.

"Ukuran keberhasilan pengendalian karhutla bukan semata-mata pada naik atau turunnya hotspot. Yang harus dipastikan adalah api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat dan habitat satwa terlindungi, kawasan bekas kebakaran tetap terjaga, serta setiap indikasi pelanggaran ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum," katanya.

Topik Menarik