10 Tim dari 5 Provinsi Ramaikan Elite Pro Championship 2026, Panggung Pebasket Muda Menuju Profesional

10 Tim dari 5 Provinsi Ramaikan Elite Pro Championship 2026, Panggung Pebasket Muda Menuju Profesional

Olahraga | inews | Selasa, 3 November 2026 - 15:00
share

TANGERANG, iNews.id - Elite Pro Championship 2026 menghadirkan persaingan lebih besar dengan melibatkan 10 tim basket putra U-21 dari lima provinsi di Indonesia. Memasuki musim ketiga, kompetisi antarklub tersebut akan berlangsung pada 4 November hingga 2 Desember 2026 di Dewa United Arena, Tangerang.

Peningkatan jumlah peserta membuat EPC 2026 menjadi panggung yang semakin luas bagi pebasket muda untuk menguji kemampuan. Sebanyak 10 klub dari berbagai daerah akan bersaing dalam kompetisi yang dirancang sebagai salah satu jalur pengembangan pemain menuju level profesional.

Kesiapan penyelenggaraan turnamen diperkenalkan melalui Media Day di Dewa United Arena, Minggu (1/11/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan organisasi basket, serta ofisial, pelatih, dan pemain dari seluruh tim peserta.

Jumlah peserta EPC terus bertambah sejak pertama kali digelar pada 2024. Pada musim perdana, kompetisi ini hanya diikuti empat tim. Jumlah tersebut meningkat menjadi enam peserta pada edisi 2025, sebelum mencapai 10 tim pada penyelenggaraan tahun ini.

Banten menjadi provinsi dengan jumlah wakil terbanyak bersama DKI Jakarta. Tiga tim asal Banten terdiri atas Dewa United Elite, MVP Basketball, dan IBC (Immortal Basketball Club).

Sementara itu, DKI Jakarta mengirimkan Go Jakarta Basketball, Cakra Sakti Basketball, dan Hangtuah Jakarta. Jawa Tengah diwakili Bhinneka Solo serta Satya Wacana Buzzer.

Dua peserta lainnya berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. BBM CLS Knights menjadi wakil Jawa Timur, sedangkan Spartans Dream City membawa nama Kalimantan Selatan.

EPC Jadi Jalan Pebasket Muda Menuju Profesional

Perwakilan Dewa United Basketball Club selaku penyelenggara EPC, Ridi Djajakusuma, menjelaskan kompetisi ini sejak awal dibentuk untuk memberikan ruang bagi pemain muda memperoleh pengalaman bertanding. Menurut dia, tujuan EPC tidak semata-mata mencari tim terbaik, tetapi juga membantu pemain mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional.

“Bagi kami, EPC bukan hanya tentang pertandingan atau mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda untuk berkembang, menghadapi tekanan pertandingan, dan mempersiapkan diri sebelum mereka masuk ke level profesional,” ujar Ridi dalam keterangannya.

Ridi juga menilai pertumbuhan jumlah peserta menjadi perkembangan positif bagi pembinaan basket usia muda di Indonesia. Semakin banyak klub yang terlibat menunjukkan kebutuhan terhadap kompetisi kelompok usia tersebut semakin besar.

“Musim pertama kami memulai dengan empat tim, kemudian enam tim di musim kedua, dan sekarang menjadi 10 tim dari lima provinsi. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kami syukuri. Artinya, semakin banyak klub yang melihat pentingnya memberikan pengalaman kompetitif kepada pemain muda,” katanya.

Dia menekankan pengalaman pertandingan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pebasket. Latihan saja tidak cukup untuk membentuk pemain yang siap menghadapi persaingan di level lebih tinggi.

“Mereka membutuhkan pertandingan, bukan hanya latihan. Dari pertandingan, mereka belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi tekanan, bermain sebagai tim, dan memahami apa yang dibutuhkan untuk bermain di level yang lebih tinggi,” tuturnya.

Bertambahnya jumlah peserta juga menuntut penyelenggara menjaga kualitas setiap pertandingan. Apalagi, 10 tim yang berasal dari lima provinsi memiliki karakter permainan berbeda dan akan saling berhadapan sepanjang kompetisi.

“Tahun ini kami memiliki 10 tim dari lima provinsi. Ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi kami sebagai penyelenggara. Kami ingin memastikan setiap tim mendapatkan pengalaman kompetisi yang baik dan seluruh pertandingan berjalan dengan standar yang telah kami tetapkan,” ucap Ridi.

Total 58 Pertandingan, Final Gunakan Format Best of Three

Elite Pro Championship 2026 akan menyajikan total 58 pertandingan selama 22 hari pertandingan. Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan maksimal 17 pemain, sedangkan seluruh laga menggunakan acuan FIBA Official Basketball Rules 2024.

Persaingan dimulai melalui fase regular season dengan format half round robin. Dalam tahap ini, setiap tim akan saling berhadapan satu kali untuk menentukan delapan klub yang berhak melaju ke babak playoffs.

Pada babak awal playoffs, pertandingan menggunakan sistem satu laga. Format tersebut berbeda dengan semifinal dan final yang menerapkan sistem best of three atau Bo3.

Dengan format Bo3, setiap tim harus meraih dua kemenangan untuk memastikan langkah ke babak berikutnya atau mengunci gelar juara. Sistem ini membuat semifinal dan final memberikan kesempatan lebih panjang bagi klub untuk membuktikan konsistensi permainan.

Ridi menegaskan EPC tidak dibentuk untuk menjadi pesaing kompetisi basket nasional lainnya. Dia memandang setiap turnamen memiliki tujuan dan segmen masing-masing dalam mendukung perkembangan olahraga basket Indonesia.

“EPC dan kompetisi lainnya memiliki tujuan serta segmentasi masing-masing. Kami tidak melihatnya sebagai persaingan. Justru kami berharap semakin banyak kompetisi yang bisa memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk bermain dan berkembang,” jelasnya.

Kehadiran klub dari lima provinsi juga membuka kesempatan bagi para pemain untuk menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Memasuki musim ketiga, EPC 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini juga diarahkan menjadi wadah pembinaan untuk menemukan dan mengembangkan pebasket muda potensial yang berpeluang menapaki panggung profesional.

Seluruh pertandingan Elite Pro Championship 2026 dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Elite Pro Championship. P

Topik Menarik