Terancam Dipecat, Carrick Justru Tak Sabar MU Lawan AS Roma di Liga Champions

Terancam Dipecat, Carrick Justru Tak Sabar MU Lawan AS Roma di Liga Champions

Olahraga | inews | Selasa, 3 November 2026 - 05:00
share

MANCHESTER, iNews.id – Michael Carrick mengaku tak sabar memimpin Manchester United (MU) menghadapi AS Roma di Liga Champions 2026-2027 meski posisinya sebagai pelatih tengah terancam. Dia ingin menjadikan duel di Old Trafford sebagai momentum untuk mengakhiri keterpurukan Setan Merah.

MU akan menjamu Roma di Old Trafford pada Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB dalam kondisi yang jauh dari ideal. Mereka belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi, catatan terburuk sejak musim 1988-1989.

Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah MU terpuruk di peringkat ke-17 Liga Inggris 2026-2027. Di Liga Champions, kekalahan dari Atletico Madrid dan Como membuat mereka merosot ke posisi ke-21 klasemen sementara setelah menjalani tiga pertandingan.

Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Roma menjadi sangat penting. Hanya 24 tim teratas yang berhak melaju ke fase berikutnya Liga Champions.

Carrick bahkan disebut berpotensi kehilangan pekerjaannya saat jeda internasional mendatang jika MU gagal memperbaiki performa. Namun, dia menegaskan tetap antusias menyambut pertandingan tersebut.

"Kalian mungkin berpikir saya gila dengan hasil yang kami dapatkan dan situasi yang sedang terjadi. Namun, saya benar-benar tidak sabar menghadapi pertandingan ini. Saya sangat menantikannya," kata Carrick.

Dia juga tidak ingin terlalu memikirkan masa depan. Menurutnya, apa pun yang terjadi nanti tidak akan mengubah keinginannya untuk menjadikan pertandingan melawan Roma sebagai malam besar bagi MU.

Carrick Tegaskan Komitmen Pemain MU

Carrick memantau langsung sesi latihan terbuka menjelang pertandingan di Carrington. Penyerang Bryan Mbeumo dan gelandang Carlos Baleba terlihat aktif memberikan instruksi, sementara bek Argentina Lisandro Martinez juga mengikuti latihan dengan penuh semangat.

Martinez sebelumnya mendapat kartu merah saat MU menghadapi Chelsea. Keputusan tersebut memicu reaksi negatif dan muncul desakan agar dia tidak dimainkan melawan Roma.

Namun, Carrick tidak ingin terlalu mempermasalahkan insiden tersebut. Dia menilai kesalahan merupakan bagian dari sepak bola dan setiap pemain bisa mengambil keputusan yang berujung baik maupun buruk.

"Hal seperti itu terjadi dalam sepak bola. Terkadang kalian melakukan sesuatu, mengambil keputusan, membuat kesalahan. Terkadang keputusan itu berjalan baik," ujarnya.

Carrick juga membantah adanya masalah komitmen di ruang ganti MU. Dia menilai para pemain tetap memiliki dedikasi terhadap klub, pelatih, dan rekan setim.

"Persepsi adalah sesuatu yang menarik. Persepsi bisa membuat sesuatu terlihat dalam berbagai cara. Ruang ganti kami berada dalam kondisi baik," katanya.

Dia menegaskan MU memang harus bermain lebih baik dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Namun, Carrick tidak meragukan komitmen para pemainnya.

MU Dibayangi Catatan Kelam

Kondisi MU saat ini mengingatkan pada periode sulit mereka pada era sebelumnya. Klub terakhir kali terdegradasi pada musim 1973-1974.

Posisi terendah MU setelah melewati setidaknya sembilan pertandingan sejak periode tersebut adalah peringkat ke-17 pada musim 1989-1990.

Pada musim 2024-2025, MU juga sempat berada di posisi ke-16 di bawah Ruben Amorim setelah menjalani 37 pertandingan.

Di tengah tekanan dan catatan buruk tersebut, pertandingan melawan Roma menjadi kesempatan bagi Carrick untuk membuktikan MU masih mampu bangkit. Namun, kekalahan atau hasil buruk lainnya bisa semakin memperbesar ancaman terhadap posisinya sebagai pelatih.

Topik Menarik