Pramono Siapkan Penataan Kampung Bahari usai Penggerebekan Narkoba
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengerahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta Utara untuk membenahi Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah tersebut dilakukan usai polisi menggerebek kawasan tersebut dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika.
Pramono mengatakan, penataan Kampung Bahari merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto. Dia menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan mendukung penuh upaya kepolisian memberantas peredaran narkoba.
"Untuk Kampung Bahari kemarin Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda dan juga TNI dan seluruh Forkopimda yang ada sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolda dan saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Pramono berharap, upaya pemberantasan narkoba dilakukan secara konsisten dan tidak setengah-setengah. Dia memastikan Pemprov DKI siap terlibat dalam upaya tersebut.
Sebelumnya, ratusan personel Polri menggerebek Kampung Bahari pada Minggu (1/11/2026). Operasi tersebut turut dipantau langsung oleh Dadang.
Penggerebekan itu merupakan bagian dari upaya kepolisian membersihkan sejumlah kawasan yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Kami melakukan penyisiran atau pembersihan Kampung Narkoba. Prioritas utama dari pembersihan Kampung Narkoba di wilayah Polda Metro Jaya ini memang kita lakukan," kata Dadang kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).
Dadang menyebut sejumlah wilayah menjadi prioritas operasi, yakni Kampung Ambon, Kampung Boncos, dan Kampung Bahari. Penentuan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah disiapkan kepolisian.
Dia mengungkapkan, para pelaku di Kampung Bahari diduga telah mengetahui rencana penggerebekan. Sebab, polisi sebelumnya sudah memberikan peringatan melalui media mengenai operasi pemberantasan narkoba di sejumlah kawasan tersebut.
"Sejak lama saya sudah memberikan peringatan melalui media. Kemarin mereka sudah tahu kalau kita melakukan gerakan pembersihan di Ambon maupun di Boncos. Sehingga mereka benar-benar bersiap," ujar Dadang.
Mobil Tabrak Kerumunan Penggemar Rugby di Australia, 10 Orang Luka dan Seorang Bocah Kritis
Menurut dia, kepolisian telah memetakan kondisi di lapangan sebelum mengerahkan personel untuk melakukan penggerebekan pada Minggu pagi.
Dadang mengakui sejumlah pelaku melarikan diri saat petugas melakukan operasi. Namun, polisi mengklaim telah mengantongi informasi mengenai identitas dan keberadaan orang-orang yang menjadi target penindakan.
"Pelakunya kita sudah paham. Mereka melarikan diri, tetapi mereka tidak akan lepas," tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan video yang diterima tim iNews, ratusan personel kepolisian berangkat dari Stasiun Tanjung Priok menggunakan kereta commuter line. Kereta kemudian berhenti di kawasan Kampung Bahari dan petugas turun untuk menyisir lapak-lapak di pinggir rel.
Dalam operasi tersebut, sejumlah petugas mendobrak lapak yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Petugas juga sempat mendapat perlawanan dari warga yang menyerang menggunakan petasan.
Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang menghalangi jalannya operasi. Selain mengamankan sejumlah orang yang diduga terkait penyalahgunaan narkotika, petugas juga menyita sejumlah senjata api, puluhan senjata tajam, serta narkotika jenis ganja dan sabu.










