Viral Foto 5 Nakes Pesta Miras di Puskesmas Lawir NTT, Sempat Berdalih Hasil Editan AI
MANGGARAI TIMUR, iNews.id - Lima tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Lawir, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya mengakui keterangan mereka terkait foto yang viral di media sosial tidak sesuai fakta. Sebelumnya, mereka menyebut foto yang memperlihatkan dugaan konsumsi minuman keras (miras) di dalam ruangan puskesmas tersebut merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).
Pengakuan itu terungkap setelah Kepala Puskesmas Lawir, Irvan Kresensia melakukan audit internal untuk mengusut kebenaran foto yang menjadi sorotan publik tersebut.
Irvan menjelaskan, persoalan bermula ketika dia melihat foto lima nakes tersebut melalui status WhatsApp salah satu tenaga kesehatan. Dia kemudian mengambil tangkapan layar dan membagikannya ke grup WhatsApp internal puskesmas.
Dalam pesan tersebut, Irvan meminta tenaga kesehatan yang berada dalam foto untuk menghadapnya. Tidak lama setelah tangkapan layar dibagikan, salah satu nakes yang bersangkutan menghubunginya melalui WhatsApp.
"Nakes tersebut menyampaikan bahwa foto yang beredar merupakan hasil rekayasa menggunakan teknologi AI," ujar Irvan dikutip dari iNews Alor, Selasa (3/11/2026).
Namun, foto yang sama kemudian muncul di media sosial Facebook melalui akun anonim bernama Lonto Leok. Unggahan tersebut pun menarik perhatian publik.
Menurut Irvan, setelah foto itu beredar di Facebook, para tenaga kesehatan yang bersangkutan kembali memberikan penjelasan bahwa dokumentasi tersebut merupakan hasil editan AI.
Pihak Puskesmas Lawir kemudian melakukan klarifikasi awal pada 30 Oktober 2026. Saat itu, para nakes masih mempertahankan keterangan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Untuk memastikan kebenarannya, Irvan menerbitkan surat tugas audit internal pada 2 November 2026. Audit tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi keaslian foto, dugaan konsumsi minuman beralkohol di lingkungan puskesmas, serta peran masing-masing tenaga kesehatan yang berada dalam dokumentasi tersebut.
Summer Course 2026, Mahasiswa Jerman-Indonesia Rancang Kawasan Transmigrasi Barelang Batam
Pemeriksaan juga bertujuan memastikan kebenaran keterangan awal yang menyebut foto tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Dalam proses audit, kelima nakes akhirnya mengakui bahwa penjelasan yang sebelumnya mereka sampaikan kepada pimpinan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Mereka mengaku panik ketika foto tersebut menjadi sorotan publik sehingga memberikan keterangan yang keliru.
Atas kejadian tersebut, kelima tenaga kesehatan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Mereka juga mengakui kesalahan atas keterangan yang sebelumnya disampaikan dan menyatakan siap bertanggung jawab serta mengikuti proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Puskesmas Lawir selanjutnya akan menindaklanjuti hasil audit internal tersebut melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.









