Marak Balap Liar, Jalan Layang Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Pukul 00.00-04.00 WIB
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memasang portal di lima titik akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari untuk mencegah aksi balap liar. Penutupan akses jalan layang tersebut akan diberlakukan setiap Sabtu dan Minggu dini hari mulai 14 November 2026, pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.
Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan Bernad Oktavianus Pasaribu mengatakan, pemasangan portal dilakukan menyusul banyaknya aksi balap liar di kawasan JLNT Antasari. Pembangunan portal di lima titik akses sepanjang jalan layang tersebut telah selesai dilakukan.
"Kita tutup dengan pemasangan portal karena banyak balap liar," ujar Bernad melalui keterangannya, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, seluruh fasilitas pembatas tersebut siap digunakan saat kebijakan penutupan mulai diberlakukan. Rencana penutupan akses JLNT Antasari setiap akhir pekan juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial Pemkot Jakarta Selatan.
"Penutupan mulai 14 November. Ini sebagai tindak lanjut usulan dan laporan masyarakat kepada kita," tuturnya.
Sertijab Menperin, Sarmuji Ingatkan Jajarannya Tak Beri Penghormatan dan Pelayanan Berlebihan
Bernad berharap, kebijakan penutupan tersebut dapat menekan aksi balap liar yang berpotensi memicu kecelakaan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
"Ini (penutupan) demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama," katanya.
Penutupan akses JLNT Antasari merupakan tindak lanjut atas laporan dan aduan masyarakat terkait aktivitas balap liar di jalan layang tersebut. Pemasangan portal di lima titik akses dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.








