Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad soal Acara Sumpah Pemuda, Minta Maaf dan Akui Kurang Teliti

Klarifikasi Lengkap Raffi Ahmad soal Acara Sumpah Pemuda, Minta Maaf dan Akui Kurang Teliti

Terkini | inews | Minggu, 1 November 2026 - 12:14
share

JAKARTA, iNews.id – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad kembali menjadi sorotan setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menuai kontroversi. Artis itu akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

Kali ini, Raffi Ahmad menyampaikan penjelasan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya . Dalam video tersebut, dia mengakui bahwa peristiwa ini menjadi pengingat agar dirinya lebih berhati-hati dan teliti sebelum menghadiri suatu kegiatan.

Raffi menegaskan bahwa kehadirannya dalam acara yang digelar pada 29 Oktober 2026 itu hanya sebagai undangan. Dia juga menyebut tidak memiliki maksud untuk merendahkan ataupun mencederai semangat perjuangan generasi muda.

“Sebagaimana telah dijelaskan oleh Polda Metro Jaya selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut," ujar Raffi, dikutip Minggu (1/10/2026).

Suami Nagita Slavina itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya selama ini terbiasa berusaha memenuhi undangan dari berbagai pihak. Bahkan, dia mengupayakan untuk tetap hadir meskipun hanya memiliki waktu sebentar.

"Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang saya, InsyaAllah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar," tuturnya.

Meski demikian, Raffi menyadari bahwa niat baik harus dibarengi dengan ketelitian. Dia pun meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan yang muncul akibat kehadirannya dalam acara tersebut.

"Saya memohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri," katanya.

Raffi juga mengakui bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi dirinya. Dia berjanji akan lebih cermat dalam memahami informasi dan konteks sebuah kegiatan sebelum mengambil keputusan.

"Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Raffi turut menyinggung pentingnya menjaga ruang publik dari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, ujaran kebencian, hingga fitnah. Meski begitu, dia mengaku menghargai berbagai aspirasi, kritik, pandangan, dan saran yang disampaikan masyarakat.

"Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Raffi berharap penjelasan yang diberikan dapat membantu meluruskan persoalan sekaligus menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak.

"Saya berharap penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenar-benarnya terjadi, sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak, termasuk saya," pungkasnya.

Sebelum menyampaikan klarifikasi melalui video, Raffi sebenarnya telah lebih dulu memberikan penjelasan melalui unggahan di akun Instagram resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni serta akun pribadinya.

Saat itu, dia mengungkapkan bahwa informasi mengenai acara Deklarasi Sumpah Pemuda baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan berlangsung. Raffi juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, termasuk tidak mengetahui secara detail susunan kegiatan dan pihak-pihak yang hadir.

Dia turut membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan kemunculan salah satu merek dalam acara tersebut. Menurut Raffi, gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek itu sudah terpasang jauh sebelum kegiatan berlangsung dan tidak berkaitan dengan kehadirannya.

Raffi juga menyampaikan penghormatan terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan aspirasi dalam demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Dia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa memiliki arti penting.

Kontroversi acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI mencuat setelah sejumlah orang yang hadir disebut sebagai mahasiswa dan terlihat mengenakan jas almamater kampus. Namun, identitas mereka kemudian dipertanyakan warganet. Sejumlah pihak kampus bahkan memberikan klarifikasi bahwa orang-orang tersebut bukan bagian dari institusi pendidikan mereka.

Melalui klarifikasi terbarunya, Raffi kembali menegaskan permohonan maaf sekaligus mengakui perlunya lebih berhati-hati dalam menerima undangan dan memahami konteks sebuah kegiatan.

Topik Menarik