MNC Peduli dan Dulux Sulap Area Terapi Anak Disabilitas Jadi Lebih Ceria dengan Mural
JAKARTA, iNews.id – Suasana area kolam renang terapi Yayasan Sayap Ibu Banten (YSIB) kini semakin ceria dengan kehadiran mural penuh warna. Karya ini dihadirkan melalui kolaborasi MNC Peduli dan Dulux untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Mural tersebut diresmikan pada Kamis (29/10/2026) melalui seremoni gunting pita oleh Wakil Ketua Umum MNC Peduli Syafril Nasution, Ketua Umum YSIB Edwin Arifandi, serta perwakilan Dulux, Annisa Wulandari selaku Brand Partnership Associate.
Dalam kegiatan sosial ini, Dulux memberikan dukungan berupa cat, sementara pengerjaan mural dilakukan oleh tim Ngakarya bersama para relawan. Kehadiran karya seni tersebut diharapkan dapat memberikan suasana berbeda bagi anak-anak saat menjalani terapi motorik maupun kegiatan lainnya di lingkungan yayasan.
Head of Marketing Dulux, Nina Melisa Pelawi, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program Let’s Colour, inisiatif tanggung jawab sosial PT ICI Paints Indonesia selaku produsen cat Dulux.
Makin Seru! Penampilan Budi Doremi Ditunggu Mahasiswa Untar di Hari Kedua iNews Campus Connect 2026
Menurut Nina, warna tidak hanya berfungsi memperindah ruangan, tetapi juga dapat mengubah suasana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kolaborasi bersama MNC Peduli, Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, dan tim Ngakarya ini merupakan wujud nyata dari keyakinan tersebut. Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih ceria, nyaman, dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya di area kolam renang terapi Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten,” ujar Nina.
Ia berharap mural tersebut dapat mendukung aktivitas anak-anak sekaligus menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan selama proses terapi berlangsung.
Wakil Ketua Umum MNC Peduli, Syafril Nasution, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif dan bersahabat bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Hari ini MNC Peduli bekerjasama dengan Dulux kita bekerjasama dengan Yayasan Sayap Ibu Banten ini adalah suatu fasilitas untuk anak-anak disabilitas. Jadi, sama-sama kita membangun bersama Dulux membangun atau membuat mural di area yang bisa bermanfaat bagi anak-anak dalam menciptakan suasana nyaman dan lingkungan yang bersahabat pada saat mereka melakukan terapi,” ujar Syafril saat ditemui di YSIB usai peresmian mural.
Syafril menjelaskan, kerja sama dengan Dulux bukan kali pertama dilakukan. Kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program sosial yang sebelumnya telah dijalankan di sejumlah daerah, termasuk renovasi fasilitas sekolah dasar di Kabupaten Bogor.
Ia berharap mural di YSIB dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, baik dalam mendukung aktivitas terapi maupun menciptakan suasana yang lebih indah dan membangkitkan semangat mereka saat belajar dan berkegiatan.
Harapan serupa disampaikan Kayas dari Komunitas Ngakarya. Ia menyebut pengerjaan mural bersama para relawan menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih hidup bagi anak-anak.
“Harapannya, semoga karya kami bersama teman-teman Ngakarya bisa membuat ruangan ini lebih ceria, dan memberikan semangat buat adik-adik untuk terapi dan berkegiatan di sini,” ujar Kayas.
Ini Riwayat Pendidikan dan Karier Wisnu Hani Putranto, Kepala Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan
Ketua Umum YSIB, Edwin Arifandi, turut mengapresiasi dukungan MNC Peduli dan Dulux. Menurutnya, mural menjadi tambahan positif bagi lingkungan yayasan karena menghadirkan ruang yang lebih ceria, nyaman, dan ramah bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Saya percaya bahwa lingkungan yang baik bukan hanya tentang fasilitas yang lengkap, tetapi juga tentang bagaimana kita menciptakan ruang yang memberikan rasa nyaman, semangat, dan kebahagiaan bagi anak-anak,” pungkas Edwin.
Edukasi Deteksi Dini Risiko Disabilitas pada Anak
Tak berhenti pada penataan lingkungan, kolaborasi MNC Peduli, Dulux, dan YSIB juga diisi dengan edukasi mengenai deteksi dini dan pencegahan risiko disabilitas pada anak.
Kegiatan ini diikuti 37 warga usia produktif dan 37 penyuluh kesehatan. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak serta melakukan penanganan sejak masa kandungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan perubahan visual di area terapi, tetapi juga memperluas perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Sinergi antara dunia usaha, organisasi sosial, komunitas, dan lembaga pelayanan anak diharapkan dapat terus mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta memberikan ruang yang lebih ramah bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk tumbuh dan berkembang.









