Pria Wajib Waspada! Ini Bahaya Pakai Silet Bekas di Barbershop
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan merapikan jambang dan garis rambut di barbershop ternyata menyimpan risiko kesehatan jika kebersihan alat cukur diabaikan. Penggunaan silet bekas secara bergantian berpotensi menularkan penyakit berbahaya, salah satunya Hepatitis B.
Dokter sekaligus konten kreator kesehatan, dr. Ikhsanudin Qothi, mengingatkan para pria untuk memastikan silet atau pisau cukur yang digunakan kapster selalu diganti dengan yang baru, terutama saat mencukur jambang dan merapikan bagian tepi rambut.
Menurut dia, penggunaan silet secara bergantian perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu media penularan virus Hepatitis B, terutama jika alat tersebut terkontaminasi darah dan menyebabkan luka pada kulit.
"Buat teman-teman terutama cowok-cowok di sini yang ketika potong rambut itu suka dirapihin jambang atau pinggirannya, pastiin kalian tuh kalau pakai alat yang ini siletnya tuh diganti, pisonya tuh diganti. Kenapa? Karena itu bisa jadi salah satu sumber terjadinya penularan hepatitis B, dan itu kejadiannya banyak banget," ujar dr. Ikhsanudin Qothi dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Selain risiko penularan virus, penggunaan pisau cukur yang sudah tumpul dan dipakai berulang kali juga dapat memicu masalah kulit. Gesekan mata pisau yang tidak tajam berpotensi menyebabkan iritasi hingga peradangan pada folikel rambut atau folikulitis.
Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut yang dapat ditandai dengan munculnya benjolan kecil menyerupai jerawat. Kondisi ini bisa terjadi di area kulit yang mengalami iritasi atau kerusakan akibat proses pencukuran.
"Apalagi kalau misalnya alat itu udah dipakai berulang kali, kan dia tumpul tuh, terus dipakai buat nyukur bagian jambang kalian. Nah, itu bisa juga terjadi folikulitis, alias timbul jerawat-jerawat kecil lah karena tadi, si pisonya itu tumpul," jelas dia.
Jangan Ragu Minta Silet Baru
Untuk mengurangi risiko tersebut, dr. Ikhsanudin menyarankan konsumen agar tidak ragu meminta kapster mengganti silet sebelum proses pencukuran dimulai. Konsumen juga perlu memastikan alat yang bersentuhan langsung dengan kulit dalam kondisi bersih dan higienis.
Ini Riwayat Pendidikan dan Karier Wisnu Hani Putranto, Kepala Lapas Cibinong yang Dinonaktifkan
Menurut dia, biaya tambahan untuk memastikan penggunaan silet baru bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan jika langkah tersebut dapat membantu menjaga keamanan saat mencukur jambang.
"Jadi kalau misalkan kalian itu mau cukuran terus dirapihin jambangnya atau pinggirannya, pastiin kalau pakai alat itu si siletnya itu diganti. Ingetin ke abangnya. Kalau mau bayar tambah goceng kek, ya enggak apa-apa, asalkan tuh silet diganti. Karena ya bahaya tadi, guys," ujarnya.
Karena itu, pria disarankan menjadikan kebersihan alat cukur sebagai salah satu pertimbangan saat memilih barbershop. Memastikan silet diganti untuk setiap pelanggan merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko penularan penyakit dan masalah kulit.









