Dikritik Malaysia dan Singapura soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan

Dikritik Malaysia dan Singapura soal Asap Karhutla, Dasco: Tak Perlu Dibalas Ketersinggungan

Terkini | inews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:36
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta kritik Malaysia dan Singapura terkait kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak disikapi dengan ketersinggungan. Dia menegaskan, Indonesia perlu menjawab kritik tersebut melalui kerja nyata, perlindungan terhadap warga terdampak, serta penegakan hukum.

Dasco mengatakan, Indonesia patut menghargai masukan dan rekomendasi dari negara-negara sahabat, termasuk diskursus yang berkembang di parlemen mereka. Namun, penghargaan terhadap masukan tersebut tidak berarti Indonesia harus menerima seluruh penilaian tanpa mempertimbangkannya.

"Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian," kata Dasco dalam keterangannya dalam video, Rabu (28/10/2026).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menekankan bahwa penanganan dampak karhutla harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu melindungi masyarakat yang terdampak kabut asap, memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran, serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Dasco juga menyoroti pentingnya pertanggungjawaban pelaku usaha yang terlibat dalam persoalan karhutla, termasuk korporasi dengan rantai operasional lintas negara.

"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan. Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," ujarnya.

Lebih lanjut, Dasco menilai persoalan kabut asap lintas batas dapat menjadi momentum bagi parlemen negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama. Menurutnya, koordinasi antarparlemen tidak seharusnya hanya dilakukan ketika krisis muncul.

"Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen ASEAN duduk lebih erat, tidak hanya ketika terjadi krisis. Kita perlu membangun kerja sama antar-parlemen untuk pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas," tuturnya.

Dasco menambahkan, hubungan antarnegara di kawasan ASEAN perlu dibangun dengan keterbukaan dan sikap saling menghormati. Dialog yang terus berjalan dinilai penting untuk mencari solusi bersama atas persoalan yang berdampak lintas negara.

"Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama," ucapnya.

Topik Menarik