Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal usai Laga di Porprov Jateng

Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal usai Laga di Porprov Jateng

Berita Utama | inews | Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54
share

SEMARANG, iNews.id – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 kembali diwarnai kabar duka. Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia akibat cedera saat bertanding. 

Sebelumnya insiden atlet meninggal dalam kejuaraan daerah tersebut menimpia atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja. 

Kabar duka ini pertama kali tersiar di media sosial dan dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. 

Dia menyampaikan rasa duka yang mendalam saat memimpin upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (28/10/2026) siang.

Ayudiah dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu pagi di salah satu rumah sakit di Kota Semarang, menyusul tindakan operasi atas cedera yang dialaminya di arena pertandingan.

Kronologi Cedera di Arena Pertandingan

Berdasarkan data yang dihimpun, almarhumah Ayudiah masih turun bertanding membela kontingen Kota Semarang pada Senin, 26 Oktober 2026, melawan pesilat asal Kabupaten Batang.

Di tengah jalannya laga, korban mengalami cedera serius pada bagian jari yang mengalami pergeseran (dislokasi) disertai pendarahan. Tim medis di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan merujuk korban ke Rumah Sakit Primaya Semarang. 

Namun takdir berkata lain, setelah menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi, nyawa atlet muda berprestasi ini tidak dapat diselamatkan. 

Sejumlah pejabat penting tampak hadir melayat ke rumah duka, di antaranya Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Ketua KONI Jateng, serta Wakil Ketua DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono. 

Menanggapi dua insiden tragis yang beruntun dalam ajang Porprov Jateng 2026, Wakil Ketua DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono menyatakan keprihatinannya yang mendalam.

Dia mendesak panitia penyelenggara dan KONI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan atlet.

"Kami merasakan duka yang sangat mendalam karena ini kejadian kedua yang merenggut nyawa atlet. Kami berharap ada evaluasi total dari event Porprov ini dan mendorong peningkatan jaminan keselamatan serta proteksi medis bagi seluruh atlet selama bertanding," kata Endro Dwi Cahyono. 

Pelatih pencak silat PB IPSI Kota Semarang, Suyoto, turut mengenang sosok Ayudiah sebagai atlet yang memiliki dedikasi tinggi, disiplin, dan semangat juang luar biasa selama menjalani masa persiapan hingga hari pertandingan. Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang teramat dalam bagi dunia olahraga pencak silat Jawa Tengah.

Topik Menarik