Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp18.171 per Dolar AS
JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (28/10/2026) hari ini ke level Rp18.171 per dolar AS. Pelemahan ini dinilai akibat kombinasi tekanan sentimen global serta bayang-bayang ketahanan fiskal di dalam negeri.
Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dan mengalihkan aset ke mata uang safe haven sembari menantikan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta rilis indikator ekonomi utama Negeri Paman Sam.
"Pelemahan rupiah sangat dipengaruhi oleh sikap pasar yang mencermati konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, serta rilis data inflasi PCE AS pada Kamis," ujar pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, dikutip Rabu (28/10/2026).
Ketidakpastian mengenai prospek suku bunga The Fed tersebut kian diperkuat oleh dinamika politik di Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu (midterm election) pada 3 November mendatang.
Situasi ini membuat para pelaku pasar global memasang posisi defensif sembari menunggu kejelasan data indeks pengeluaran konsumsi pribadi sebagai tolok ukur inflasi acuan bank sentral.
Dari faktor internal, sentimen penekan rupiah bersumber dari risiko fiskal APBN akibat tren kenaikan harga minyak mentah dunia, kendati pemerintah telah menjamin stok bahan bakar bersubsidi aman untuk 16 hingga 18 hari dan persediaan BBM jenis lainnya berada di atas ketentuan minimum.
Efektivitas stabilisasi kurs dinilai sangat bergantung pada ketatnya pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran, pengendalian konsumsi, hingga evaluasi berkala terhadap realisasi anggaran subsidi dan kompensasi energi.
"Kecukupan stok BBM memang menjamin ketahanan pasokan jangka pendek, tetapi keberlanjutan subsidi tetap membebani kapasitas fiskal negara jika harga minyak dunia terus menanjak," kata Ibrahim.










