Malaysia Tawarkan Bantuan Tangani Karhutla di RI, Siap Kirim Pesawat Amfibi hingga Helikopter
JAKARTA, iNews.id - Malaysia menawarkan bantuan operasional untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Bantuan itu berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi.
Tawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Graha BNPB, Jakarta.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tawaran itu menjadi bagian dari penjajakan dukungan kedua negara untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.
"Tawaran ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki dukungan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia," kata Berton dalam keterangannya, dikutip Rabu (28/10/2026).
Berton menjelaskan, penanganan karhutla di Indonesia saat ini dilakukan secara terpadu melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan pihak terkait lainnya," katanya.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah telah mengerahkan puluhan ribu personel gabungan dan puluhan armada udara. Berdasarkan data operasi per 25 Oktober 2026, sebanyak 71.878 personel darat dan 63 armada udara telah dikerahkan.
Armada udara tersebut terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca.
Selain menjajaki bantuan operasional, BNPB dan Pemerintah Malaysia juga membahas peluang kerja sama di bidang teknologi penanggulangan bencana. Kerja sama tersebut mencakup pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, koordinasi teknis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla," ujar Berton.
Sebagai tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia. Koordinasi tersebut akan difasilitasi Kementerian Luar Negeri untuk membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, serta prosedur keselamatan penerbangan.
Pembahasan juga mencakup alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah membatasi efektivitas operasi udara.
BNPB menegaskan, seluruh bentuk dukungan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan ketentuan yang berlaku. Kendali operasi tetap berada di tangan Pemerintah Indonesia.
"Melalui koordinasi ini, BNPB berharap kerja sama bilateral Indonesia–Malaysia dapat menghasilkan dukungan konkret yang tepat guna sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana kedua negara," pungkasnya.










