Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, tetapi Lupa Sebut 3 Pelatih Penting dalam Pidato Kemenangan

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, tetapi Lupa Sebut 3 Pelatih Penting dalam Pidato Kemenangan

Olahraga | inews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:00
share

LONDON, iNews.id – Harry Kane mencatat sejarah dengan meraih Ballon d’Or 2026 setelah tampil luar biasa bersama Bayern Munchen, tetapi pidato kemenangannya menyisakan tiga nama pelatih yang luput disebut. Mereka adalah Nuno Espírito Santo, André Villas-Boas, dan Sam Allardyce, sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan karier penyerang Timnas Inggris tersebut.

Kane menerima penghargaan edisi ke-70 Ballon d’Or di London Palladium Theatre, Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Dia mengungguli Kylian Mbappe dan Lamine Yamal yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas performa Kane sepanjang musim 2025-2026. Penyerang berusia 33 tahun itu mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan kompetitif bersama Bayern Munchen.

Ketajaman Kane membantu Bayern yang dilatih Vincent Kompany meraih dua gelar domestik pada musim lalu. Dia juga berkontribusi membawa Timnas Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia FIFA 2026.

Dalam pidato penerimaan berdurasi sekitar 12 menit, Kane menyampaikan rasa syukur sekaligus memberikan penghormatan kepada sejumlah orang yang berperan dalam perkembangan kariernya. Dia menyebut rekan setim, staf pelatih, mantan pelatih di Tottenham Hotspur, serta sejumlah figur penting dalam perjalanan bersama Timnas Inggris.

“Wow, wow, wow. Saya hampir tidak bisa berkata-kata,” kata Kane mengawali pidatonya.

“Saya beruntung memiliki pidato ini di sini. Pertama-tama, terima kasih sekali lagi kepada France Football dan Ballon d’Or yang telah menyelenggarakan acara luar biasa ini. Berada di London membuat malam ini terasa lebih istimewa dan seperti pertanda baik bagi saya, jadi terima kasih banyak.”

Kane juga mengapresiasi semua pihak yang memberikan suara kepadanya. Dia mengakui persaingan tahun ini sangat ketat karena banyak pemain hebat masuk dalam daftar kandidat, termasuk rekan setimnya sendiri.

Tiga Pelatih yang Luput dari Pidato Harry Kane

Dalam pidatonya, Kane memberikan penghargaan khusus kepada rekan-rekannya di Bayern Munchen, yakni Michael Olise, Dayot Upamecano, Luis Díaz, dan Lennart Karl. Dia menilai persaingan di sesi latihan dan dukungan para pemain turut mendorongnya berkembang.

Kane kemudian menyampaikan terima kasih kepada Vincent Kompany beserta staf pelatih Bayern. Dia mengakui kepemimpinan Kompany membuat dirinya berkembang bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi dan pemimpin.

“Untuk Vinnie, saya tahu dia sedang berada di rumah—atau saya pikir dia masih di rumah sakit—jadi saya mendoakan semoga dia segera pulih. Saya harap penghargaan ini memberinya sedikit energi. Kepada Vinnie dan seluruh staf, cara kalian melatih dan mendorong kami merupakan bukti kualitas kalian semua. Sejak bergabung dengan kalian, saya berkembang sebagai pemain, tanpa diragukan lagi, juga sebagai pribadi dan pemimpin. Semua itu berkat kepemimpinan kalian,” ujarnya.

Kapten Timnas Inggris tersebut juga berterima kasih kepada pelatih Inggris saat ini, Thomas Tuchel, sebelum mengenang perjalanan panjangnya bersama Tottenham Hotspur. Kane bergabung dengan akademi Spurs ketika berusia 11 tahun.

Dia turut menyebut sejumlah pelatih akademi yang membantunya berkembang, yakni Bradley Allen, Chris Ramsey, John McDermott, Alex Inglethorpe, Tim Sherwood, dan Ryan Mason. Dalam daftar mantan manajer, Kane menyampaikan apresiasi kepada Kenny Jackett, Russell Slade, Harry Redknapp, Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, Antonio Conte, Roy Hodgson, serta Gareth Southgate.

“Kalian semua memainkan peran besar dalam perkembangan saya pada berbagai tahap kehidupan. Tanpa masing-masing dari kalian, saya tidak akan berdiri di sini hari ini. Saya belajar banyak, dan ketika dikelilingi orang-orang serta pelatih terbaik, kita akan berkembang sebagai pribadi dan pemain. Jadi, terima kasih banyak,” tutur Kane.

Namun, tiga nama tidak muncul dalam pidato tersebut. Nuno Espírito Santo, mantan pelatih Tottenham Hotspur, tidak disebut meski pernah menangani Kane di klub London Utara itu.

Nama André Villas-Boas juga terlewat. Dia merupakan pelatih Tottenham yang memberikan Kane kesempatan menjalani debut di Liga Inggris saat menghadapi Newcastle United pada Agustus 2012.

Satu nama lainnya adalah Sam Allardyce, mantan pelatih Timnas Inggris. Meski namanya tidak masuk dalam pidato, masa kepemimpinan Allardyce di tim nasional memang sangat singkat. Dia hanya menangani Inggris dalam satu pertandingan pada 2016.

Kane sendiri menyadari kemungkinan ada sosok yang belum disebut ketika menyampaikan pidato. Dia meminta maaf apabila ada orang yang berperan dalam kariernya tetapi tidak masuk dalam daftar ucapan terima kasih.

“Saya ingin memberikan penghargaan kepada beberapa pelatih yang telah membantu perjalanan saya, dan jika saya melupakan siapa pun, saya benar-benar minta maaf,” kata Kane.

Setelah merayakan penghargaan individu paling bergengsi tersebut, Kane kini harus kembali fokus pada Bayern Munchen. Dia dijadwalkan menghadapi Magdeburg dalam laga putaran kedua DFB-Pokal pada Rabu (28/10/2026).

Topik Menarik