Fantastis! Tasya Farasya Habiskan Rp70 Miliar untuk Bangun Rumah
JAKARTA, iNews.id - Beauty influencer Tasya Farasya mengungkapkan besarnya biaya yang telah dikeluarkan untuk membangun rumahnya. Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan untuk hunian tersebut diperkirakan mencapai Rp50 miliar hingga Rp70 miliar.
Besarnya biaya pembangunan itu menjadi sorotan setelah rumah Tasya Farasya mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Meski biaya perbaikan struktur bangunan ditaksir mencapai Rp5-6 miliar, dia menegaskan tidak ingin membongkar rumahnya dan membangun ulang dari nol.
Keputusan tersebut disampaikan Tasya melalui Threads setelah sejumlah netizen menyarankan agar rumahnya dibangun kembali. Saran itu muncul menyusul temuan kontraktor baru yang memeriksa kondisi bangunan dan menemukan sejumlah persoalan pada strukturnya.
"Yang nyuruh gua bangun ulang rumah dari awal, Inalillahi wainna ilaihi raajiun. Untuk rumah ini saja sudah hampir nyentuh Rp50-70 miliar. Aku tak akan gentar, aku akan perbaiki rumah ini, Alhamdulillah ada solusinya kok," tulis Tasya, dikutip Selasa (27/10/2026).
Christina Aguilera Tampil dengan Gaya Y2K, Pamer Tato Punggung dengan Celana Jeans Low-Rise
Bagi Tasya, membangun ulang rumah bukanlah pilihan yang ingin diambil saat ini. Dia memilih memperbaiki bangunan yang sudah ada karena masih melihat adanya solusi untuk menangani berbagai persoalan tersebut.
Sebelumnya, Tasya membagikan percakapannya dengan kontraktor baru yang tengah memeriksa kondisi rumah melalui Instagram Story. Dalam video tersebut, kontraktor mengungkapkan bahwa biaya perbaikan struktur bangunan saja diperkirakan mencapai Rp5-6 miliar.
"Rp5-6 miliar itu baru strukturnya doang," ujar kontraktor dalam video tersebut.
Tasya kemudian memastikan kembali bahwa nominal tersebut memang hanya mencakup perbaikan struktur bangunan, belum keseluruhan kebutuhan renovasi rumah.
Selain memperkirakan biaya perbaikan, kontraktor tersebut juga memaparkan sejumlah temuan selama pemeriksaan. Salah satunya adalah sisa kayu bekisting di beberapa titik bangunan yang disebut tidak dibongkar dan telah membusuk di dalam struktur rumah.
Temuan lainnya berkaitan dengan mutu beton. Kontraktor memperlihatkan hasil pengujian menggunakan metode hammer test atau pengujian pantulan untuk memperkirakan kekerasan permukaan beton.
Dalam penjelasannya, dia menyebut sejumlah titik menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan mutu beton K-300 yang tercantum dalam dokumen.
Berbagai temuan tersebut membuat kondisi rumah Tasya menjadi perhatian. Namun, besarnya biaya pembangunan yang telah dikeluarkan tidak membuatnya menyerah untuk mempertahankan hunian tersebut.
Tasya Farasya tetap memilih memperbaiki rumahnya meski harus menyiapkan biaya miliaran rupiah untuk menangani persoalan struktur bangunan. Dia juga menegaskan bahwa masih ada solusi untuk memperbaiki kondisi rumah tanpa harus membongkarnya dari awal.









