Kanker Payudara Tak Selalu Menimbulkan Nyeri, Waspadai 3 Perubahan Ini

Kanker Payudara Tak Selalu Menimbulkan Nyeri, Waspadai 3 Perubahan Ini

Gaya Hidup | inews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:11
share

JAKARTA, iNews.id - Kanker payudara tidak selalu menimbulkan rasa nyeri, terutama pada tahap awal. Kondisi ini membuat sebagian perempuan tidak menyadari perubahan pada payudara atau menganggapnya sebagai keluhan biasa. 

Padahal, ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter. Apa saja tanda-tanda perubahan tersebut?

Tidak adanya rasa sakit bukan berarti seseorang terbebas dari risiko kanker payudara. Sebaliknya, benjolan yang terasa nyeri juga tidak otomatis menandakan kanker karena sejumlah kondisi jinak dapat menimbulkan keluhan serupa.

Diskusi kaker payudara. (Foto: Istimewa)

Dokter Onkologi Siloam Hospitals Surabaya, Prof. Dr. dr. Ami Ashariati, SpPD, Subsp HOM (K), dalam rangkaian Pinktober 2026, mengingatkan pentingnya deteksi dini dan keberanian untuk memeriksakan diri ketika menemukan tanda yang mencurigakan.

Menurutnya, perempuan perlu lebih mengenali kondisi payudaranya dan tidak membiarkan rasa takut atau kekhawatiran menghalangi langkah untuk mencari pertolongan medis.

Lantas, apa saja perubahan pada payudara yang perlu diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya di artikel ini. 

3 Perubahan pada Payudara yang Wajib Diwaspadai

1. Muncul benjolan baru di payudara atau ketiak

Benjolan baru pada payudara maupun area ketiak menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Perubahan ini terkadang disertai perbedaan ukuran atau bentuk payudara.

Meski demikian, tidak semua benjolan merupakan kanker. Beberapa kondisi jinak juga dapat menyebabkan benjolan pada jaringan payudara. Untuk mengetahui penyebabnya, diperlukan pemeriksaan oleh tenaga medis, bukan sekadar menilai benjolan berdasarkan rasa sakit atau tidaknya.

Jika menemukan benjolan baru, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat dievaluasi lebih lanjut.

2. Kulit payudara berubah dan puting tertarik ke dalam

Perubahan pada kulit payudara juga perlu mendapat perhatian, terutama jika kulit tampak berlesung atau menyerupai kulit jeruk. Kemerahan yang menetap, perubahan bentuk puting hingga tertarik ke dalam secara tiba-tiba, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting juga patut diwaspadai.

Cairan dari puting yang bercampur darah, khususnya jika muncul tanpa sebab yang jelas, perlu diperiksakan ke dokter.

Perubahan tersebut tidak selalu menandakan kanker. Namun, jika muncul secara baru, menetap, atau berbeda dari kondisi sebelumnya, jangan mengabaikannya. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

3. Muncul nyeri atau keluhan yang berbeda dari biasanya

Nyeri payudara sering kali memicu kekhawatiran. Namun, rasa sakit bukan satu-satunya indikator kanker payudara. Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk perubahan hormon maupun gangguan jinak pada jaringan payudara.

Di sisi lain, kanker payudara dapat berkembang tanpa menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal. Karena itu, perempuan perlu memperhatikan perubahan atau keluhan baru yang menetap, termasuk rasa tidak nyaman yang berbeda dari biasanya.

Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin berat untuk mencari pertolongan medis. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter.

Deteksi Dini Tidak Harus Menunggu Gejala

Mengenali kondisi payudara sendiri dapat membantu perempuan lebih peka terhadap perubahan tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, kulit, dan puting payudara secara berkala agar lebih mudah menyadari jika ada perubahan.

Namun, pemeriksaan mandiri tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis ataupun skrining kanker payudara. Perempuan juga tidak perlu menunggu munculnya benjolan atau gejala lain untuk berkonsultasi mengenai skrining yang sesuai dengan usia dan faktor risikonya.

Prof. Ami Ashariati menekankan pentingnya keberanian untuk memeriksakan diri. Rasa takut terhadap kemungkinan diagnosis maupun kekhawatiran menjalani pengobatan sebaiknya tidak menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan.

Pemeriksaan lebih awal membantu dokter mengevaluasi keluhan dan menentukan langkah berikutnya. Jika ditemukan kanker, penanganan akan disesuaikan dengan jenis dan stadium penyakit serta kondisi masing-masing pasien.

Dukungan keluarga dan lingkungan juga penting bagi pasien yang menjalani pemeriksaan maupun pengobatan. Pendampingan emosional dapat membantu pasien menghadapi proses perawatan yang mungkin berlangsung panjang.

Dengan demikian, jangan mengabaikan perubahan yang tidak biasa pada payudara hanya karena tidak terasa nyeri. Mengenali tanda sejak dini dan segera berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Topik Menarik