Polisi Periksa Sutradara Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi Pekan Depan
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya telah melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap sutradara Dandhy Laksono. Dandhy bakal diperiksa terkait laporan yang dilayangkan tokoh perempuan asal Papua, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta soal film dokumenter berjudul Pesta Babi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengungkapkan, klarifikasi terhadap Dandhy dilakukan pada 27 Oktober 2026. Pemanggilan juga dilakukan terhadap Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke, Johnny Teddy Wakum pada 28 Oktober.
“Akan dilakukan pemanggilan di tanggal 27 Oktober, dan satu rekannya di tanggal 28 Oktober," kata Budi kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Budi menegaskan pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam mengusut sebuah laporan yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.
"Kami tekankan ini masih tahap penyelidikan. Jadi undangan klarifikasi itu kita kirimkan yang bersangkutan atas laporan warga masyarakat. Apabila undangan klarifikasi proses penyelidikan ini bisa terpenuhi, bisa akan ditingkatkan dalam proses sidik," ujar Budi.
Perkuat Kerja Sama, Indonesia Jalin Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3 Negara
"Tapi apabila proses lidik ini tidak terpenuhi cukup bukti atau alat bukti lainnya, tidak dikenakan dalam unsur-unsur pidana, ini bisa dihentikan dalam proses penyelidikan," tambahnya.
Sebelumnya, tokoh perempuan adat Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta melaporkan dugaan penipuan ke Polda Metro Jaya terkait film dokumenter Pesta Babi.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026, dengan Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
“Oh, ya. Yang saya alami di saat ini mulai dari tanggal 8 bulan 4. Film yang diputar di Jayapura, di Maranatha, tanpa izin dari saya. Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali! Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka! Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta," kata Mama Sinta.










