Karisma Evi Tiarani Pecahkan Rekor Dunia, Indonesia Raih Emas Kelima di Asian Para Games 2026
NAGOYA, iNews.id – Karisma Evi Tiarani mengukir prestasi gemilang di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia nomor lari 100 meter putri T63. Atlet para atletik Indonesia itu mencatat waktu 14,59 detik di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho, Jepang, Rabu (21/10/2026).
Catatan waktu tersebut mengantarkan Evi ke podium tertinggi sekaligus mempersembahkan medali emas kelima bagi Kontingen Indonesia di ajang olahraga disabilitas Asia tersebut.
Evi tampil sebagai pelari tercepat dalam persaingan nomor 100 meter putri T63. Dia mengungguli dua atlet tuan rumah, Tomomi Tozawa dan Kaede Maegawa, yang harus puas menempati posisi berikutnya.
Tomomi Tozawa finis dengan catatan waktu 16,08 detik, sedangkan Kaede Maegawa membukukan waktu 16,67 detik. Selisih waktu tersebut memastikan Evi mengamankan posisi teratas dalam perlombaan.
Namun, pencapaian Evi tidak berhenti pada medali emas. Waktu 14,59 detik yang dibukukannya juga memecahkan rekor dunia sebelumnya, yakni 14,64 detik, yang tercatat atas namanya sendiri pada klasifikasi T42.
Dengan demikian, Evi berhasil mempertajam rekor tersebut sebesar 0,05 detik. Prestasi ini menjadi pencapaian penting bagi atlet Indonesia yang tampil di nomor lari 100 meter putri pada kompetisi di Nagoya.
Emas Kelima Indonesia di Asian Para Games 2026
Medali emas Evi menambah koleksi kemenangan Kontingen Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Sebelum keberhasilan tersebut, Merah Putih telah mengumpulkan empat medali emas dari cabang olahraga para renang, para sepeda, dan para atletik.
Maulana Rifky Yavianda menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia melalui cabang para renang. Dia telah mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Merah Putih.
Sementara itu, Muhammad Fadli Imammuddin menyumbangkan medali emas dari cabang para sepeda. Satu medali emas lainnya diraih atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa.
Keberhasilan Evi membuat total koleksi emas Indonesia bertambah menjadi lima keping. Hasil ini sekaligus memperkuat kontribusi cabang para atletik dalam perolehan medali Merah Putih di kompetisi tersebut.
Selain lima medali emas, Indonesia juga telah mengoleksi enam medali perak dan 18 medali perunggu. Dengan demikian, jumlah keseluruhan medali yang diraih Kontingen Indonesia mencapai 29 keping.
Tambahan medali perak terbaru datang dari Saptoyogo Purnomo yang tampil di nomor lari 100 meter putra T37 cabang para atletik. Prestasinya menambah perolehan medali Indonesia dalam persaingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Hasil yang diraih Evi dan para atlet Indonesia lainnya menjadi bagian penting dari perjalanan kontingen di Nagoya. Evi secara khusus mencatatkan pencapaian ganda dengan meraih emas sekaligus mempertajam rekor dunia nomor 100 meter putri.









